LEMAHABANG,Inspirasirakyat.id// Lemahabang berguncang. Di saat perut rakyat kecil menjerit menanti uluran tangan pemerintah, ribuan kilogram beras bantuan sosial (bansos) di Desa Kedawung justru “pindah jalur” secara misterius di bawah pekatnya kegelapan malam.(12/6/2026)
Aksi “kucing-kucingan” yang terendus warga ini langsung menyulut api amarah masyarakat dan para aktivis pemuda setempat.
Kronologi “Kejar Semalam” di Dusun Lampean.
Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan membongkar tabir gerakan mencurigakan pada Rabu malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Kantor Desa Kedawung yang seharusnya menjadi tempat aman untuk logistik rakyat, mendadak sibuk memindahkan beras bansos.
Bukan dibagikan ke warga yang berhak, truk-truk pengangkut justru mengarah ke sebuah gudang penggilingan padi swasta di Dusun Lampean I, Desa Kedawung.
Kesaksian ini diperkuat oleh pengakuan mengejutkan dari warga sekitar berinisial Pak J-I. Kepada aktivis muda, ia membenarkan dengan gamblang bahwa ada aktivitas pemindahan beras bansos yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi malam itu.
Aktivis Menggugat,BPD Mandmand, Ada Permainan Apa?
Dugaan kongkalikong ini langsung memicu reaksi keras dari para pemuda dan aktivis desa. Nada kecewa, geram, dan muak tak bisa disembunyikan dari wajah mereka. Fungsi pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kini dipertanyakan besar-besaran: Ke mana mereka saat hak rakyat diangkut malam-malam?
”Harus ada pihak aparatur pemerintah yang bisa menjelaskan adanya pemindahan beras tersebut! Karena beras itu murni untuk bantuan sosial masyarakat yang membutuhkan, bukan untuk ajang memperkaya diri sendiri!”
Pendil, Aktivis Muda Desa Kedawung.
Sampai detik ini, pihak aparatur Desa Kedawung masih memilih bungkam seribu bahasa. Sikap diam ini justru menjadi bahan bakar yang membuat spekulasi liar di tengah masyarakat semakin membara.
Desak Aparat Hukum Turun Tangan, Jangan Tunggu Rakyat Bergerak!
Gerakan logistik bansos tanpa sosialisasi di jam tidur warga ini dinilai sangat provokatif dan rawan memicu konflik sosial. Warga kini tidak butuh janji manis atau alasan klise, mereka butuh transparansi.
Para pemuda Desa Kedawung mendesak pihak Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak diam berpangku tangan. Kasus ini harus diusut tuntas sampai ke akarnya. Jangan biarkan hak orang miskin disulap menjadi pundi-pundi rupiah bagi oknum yang rakus jabatan dan harta!.
TEGUH BRAWIJAYA/RED