BEKASI, inspirasirakyat.id – Jagat media sosial di wilayah Karawang dan sekitarnya mendadak dihebohkan oleh beredarnya sebuah rekaman video kontroversial. Video yang memperlihatkan pengakuan mengejutkan dari pihak keluarga terduga pelaku kasus narkoba tersebut, kini tengah viral di platform Karawang Info dan telah disaksikan oleh ribuan pasang mata.
Dalam rekaman video yang beredar, terdengar suara seorang wanita muda yang tengah mewawancarai seorang ibu tua serta anggota keluarga lainnya. Mereka diduga menjadi korban intimidasi dan pemerasan oleh oknum anggota kepolisian di lingkungan Satreskrim Polres Metro Bekasi.
Di awal rekaman, perekam video tampak menunjukkan sebuah lokasi yang diduga kuat berada di area markas Polres Metro Bekasi. Terdengar suara peringatan agar berhati-hati dalam mengambil rekaman secara sembunyi-sembunyi.
“Taro Bu, nanti HP-nya takut nanti minta tebusan. Gak bisa direkam sama masyarakat,” ujar wanita perekam video tersebut dengan nada berbisik.
Kamera kemudian menyorot ke arah dua orang pria di lingkungan yang diduga Polres Metro Bekasi. Perekam video lantas melayangkan pertanyaan kepada salah seorang pria berbaju merah yang merupakan keluarga dari warga yang sedang tersandung kasus narkoba.
“Emang awalnya minta berapa sih?” tanya perekam.
“Awalnya minta 20 (juta), lalu menjadi 22 (juta),” jawab pria tersebut.
Mendengar pengakuan itu, perekam video langsung menyindir keras manajemen penanganan kasus di kesatuan tersebut dengan memention pimpinan kepolisian setempat.
“Telat satu jam naik 2 juta nih Satreskrim Polres Metro Bekasi. Izin Ibu Kombes,” cetus perekam di dalam video.
Tak sampai di situ, perekam video melanjutkan wawancaranya dengan seorang ibu berkerudung coklat yang tampak lesu. Ibu tersebut menjelaskan secara gamblang kronologi dugaan tawar-menawar tarif tebusan agar anaknya bisa dibebaskan dari jerat hukum.
“Jadi awalnya minta 20 (juta). Karena keterlambatan—yang awalnya janji sore jadi malam—jadi naik lagi mintanya 25 (juta),” ungkap ibu tersebut.
Pihak keluarga kemudian memohon agar nominal tersebut dikurangi, hingga akhirnya disepakati di angka Rp22 juta.
“Awalnya minta uang 20 (juta) terus dijamin besok keluar. Kalaupun belum keluar besok pagi, entah minta berapa dah buat nyirem (menyuap/meredam kasus),” lanjutnya dengan nada cemas.
Ibu tersebut juga mengaku shock karena terus-menerus diteror melalui panggilan telepon oleh oknum terkait agar segera menyerahkan uang tunai malam itu juga.
“Terus ngebel (telepon) terus, jadi saya teh udah kayak dikejar-kejar gitu. Terus minta uang sekarang. Minta uang 20 (juta) terus dijamin keluar, tapi kalau gak bisa paling juga nambah antara ceban (Rp10 ribu/istilah untuk Rp10 juta) dan goceng (Rp5 juta), gitu. Jadi saya kaget di jalan dibel terus,” pungkasnya merinci nominal yang berubah-ubah.
Hingga berita ini diturunkan, kebenaran substantif dari isi rekaman video maupun nominal uang yang disebutkan di dalam tayangan tersebut belum dapat dipastikan secara hukum.
Saat ini, tim redaksi inspirasirakyat.id sedang berupaya keras melakukan langkah-langkah investigasi lebih lanjut serta melayangkan permohonan konfirmasi resmi kepada pihak pejabat berwenang di Polres Metro Bekasi guna mendapatkan klarifikasi yang berimbang dan transparan.
REDAKSI INSPIRASI RAKYAT
SUMBER : REKAMANB VIDEO AMATIR