Ketegangan Memanas: Iran Ancam Targetkan Pasukan AS di Timur Tengah Pasca Serangan Nuklir

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Jun 2025 12:49 0 212 admin

Internasional, inspirasirakyat.id – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memuncak menyusul serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025).

Melalui siaran resmi Channel 3 TV, salah satu stasiun televisi pemerintah Iran, Teheran melayangkan peringatan keras terhadap keberadaan pasukan Amerika di kawasan Timur Tengah.

“Lima puluh ribu pasukan AS di kawasan itu berada dalam jangkauan Iran, dan Pemimpin Tertinggi [Ayatollah Ali Khamenei] telah berjanji bahwa kami akan memenangkan perang ini,” ujar seorang presenter Channel 3 TV dalam siaran langsungnya pada Minggu (22/6).

Pernyataan bernada ancaman ini muncul sebagai reaksi langsung atas serangan AS yang menghantam tiga fasilitas nuklir strategis Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer bernama “Operation Midnight Hammer”, yang diklaim Washington sebagai respons atas dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Pemerintah Iran mengecam serangan itu sebagai tindakan agresi serius dan pelanggaran hukum internasional. Dalam siaran yang sama, Channel 3 TV menegaskan bahwa, “mulai sekarang, setiap personel sipil dan militer AS di kawasan akan dianggap sebagai target yang sah oleh Iran.”

Ancaman ini diperkuat oleh pernyataan anggota parlemen garis keras Iran, Hamid Rasaei, yang secara terbuka mendesak pemerintah Iran untuk segera melakukan pembalasan terhadap Amerika Serikat.

“Pertempuran baru saja dimulai, Tuan Trump! Sekarang Anda berbicara tentang perdamaian? Kami akan berurusan dengan Anda dengan cara yang membuat Anda memahami konsekuensi dari kecerobohan,” tegas presenter TV tersebut, menyindir pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengajak Iran untuk berdamai melalui media sosial.

Pernyataan dari media pemerintah Iran ini menandai eskalasi serius dalam konflik, yang berpotensi memperbesar risiko terjadinya bentrokan berskala lebih luas di kawasan Timur Tengah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pentagon terkait ancaman tersebut. ( Red )


Related Posts: