Pesawat nahas tersebut, yang mengangkut tiga wanita, seorang anak, dan seorang pilot berusia 29 tahun, sedang dalam penerbangan dari kota Baures menuju Trinidad, sebuah perjalanan sejauh 180 kilometer di wilayah utara-tengah Bolivia. Malapetaka terjadi ketika pesawat mengalami kendala teknis yang memaksa pilot, yang diidentifikasi sebagai Andrés Velarde, untuk melakukan pendaratan darurat di perairan rawa di dekat sebuah laguna.
Direktur pusat operasi darurat wilayah Beni, Wilson Ávila, mengonfirmasi keselamatan seluruh penumpang. “Semua korban selamat ditemukan dalam kondisi yang sangat baik,” ujarnya kepada AFP pada hari Jumat, yang baru dilaporkan pada Minggu (4/5/2025).
Dalam penuturannya dari ranjang rumah sakit, Pilot Velarde menceritakan detik-detik mencekam ketika pesawat mulai kehilangan ketinggian secara drastis. Setelah pendaratan darurat yang sulit, mereka mendapati diri mereka dikelilingi oleh sejumlah buaya yang mendekat hingga jarak tiga meter. Velarde menduga kebocoran bahan bakar pesawat mungkin berperan dalam menjauhkan para predator tersebut. Selain itu, mereka juga melihat seekor anaconda di perairan yang keruh.
Untuk bertahan hidup selama lebih dari sehari semalam di lingkungan yang ekstrem tersebut, para penumpang mengandalkan persediaan tepung singkong lokal yang kebetulan dibawa oleh salah satu dari mereka. “Kami tidak dapat mengakses air minum, dan pergerakan kami sangat terbatas karena ancaman buaya,” jelas Velarde.
Kisah dramatis ini berakhir dengan penyelamatan oleh nelayan setempat yang menemukan para korban dan segera membawa mereka ke fasilitas medis untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Insiden ini menyoroti peran penting taksi udara umum di wilayah Beni, di mana infrastruktur jalan yang minim dan kondisi yang buruk membuat transportasi udara menjadi pilihan yang krusial bagi mobilitas penduduk. ( Red )
Sumber : Sindonews.com