Jakarta, 1 Desember 2025| inspirasirakyat.id— Gerakan Pejuang Walisongo Indonesia – Laskar Sabililah (PWI-LS) telah mendeklarasikan sebuah agenda perlawanan serius terhadap empat kelompok yang dinilai menjadi ancaman laten dan nyata bagi stabilitas nasional dan moralitas bangsa. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap sinyalemen adanya jalinan gelap antara pelaku kejahatan ekonomi dan perusak generasi dengan kelompok-kelompok keagamaan yang berpotensi memicu perpecahan.
Menurut ketua umum PWI-LS, Gus Abbas, ada empat golongan yang saat ini masuk dalam prioritas progres perjuangan mereka. Keempatnya diklasifikasikan sebagai kekuatan berbahaya yang bekerja secara terstruktur maupun sporadis untuk merusak tatanan sosial dan negara.
Mazhab Ba’alwi dengan segala gerakannya: Kelompok ini disorot karena disinyalir mengembangkan doktrin fanatisme buta dan pengkultusan individu yang rentan disalahgunakan.
Wahabi, HTI, dan yang sejenisnya: Kelompok-kelompok ini dianggap membawa paham garis keras dan eksklusivisme yang bertentangan dengan semangat Islam Nusantara dan konsensus kebangsaan.
Koruptor yang menyengsarakan rakyat: Golongan ini adalah musuh utama dalam aspek integritas negara dan kesejahteraan publik.
Bandar narkoba yang merusak generasi: Pelaku kejahatan ini dipandang sebagai perusak masa depan bangsa dan pemicu krisis moral akut.
“Koruptor dan bandar narkoba, untuk memuluskan kepentingannya, kadang-kadang menggunakan kelompok Islam garis keras dengan doktrin fanatisme buta pengkultusan seperti penganut sekte mazhab Ba’alwi, Wahabi, HTI dan yang sejenisnya,” ujar Gus Abbas.
Sinergi ini menciptakan pola bahaya ganda: kejahatan finansial yang didukung oleh mobilisasi massa berbasis doktrin keagamaan yang keliru. Doktrin fanatisme digunakan sebagai alat legitimasi atau tameng emosional untuk menutupi agenda-agenda ilegal dan merusak, memberikan lapisan pembenaran bagi kepentingan yang murni bersifat materi dan kriminal.
Deklarasi ini menandai langkah maju PWI-LS dalam mendefinisikan musuh-musuh negara yang bersifat multidimensi, tidak hanya terbatas pada isu radikalisme agama, tetapi juga pada kejahatan struktural yang merongrong ekonomi dan sosial.
Laskar Sabililah menegaskan komitmen mereka untuk melawan kelompok-kelompok tersebut melalui upaya edukasi kebangsaan, penguatan ideologi Pancasila, serta dukungan penuh terhadap aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi dan narkoba. Perjuangan PWI-LS adalah upaya untuk menjaga keseimbangan spiritual dan material bangsa dari bahaya yang terorganisir.(Red)