Ketua Investigasi AMKI Geram Staf RSUD Jatisari Diduga Live TikTok Saat Jam Kerja

waktu baca 3 menit
Rabu, 23 Apr 2025 05:18 0 1466 REDAKSI

Karawang, inspirasarakyat.id – Gelombang kekecewaan mencuat dari Ketua Investigasi Advokasi Masyarakat Konsumen Indonesia (AMKI), Franky (50), menyusul dugaan tindakan indisipliner yang melibatkan staf karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jatisari, Karawang. Insiden ini mencuat pada Selasa (22/4/2025) sekitar pukul 11.00 WIB, ketika dua individu yang diduga kuat mengenakan seragam rumah sakit paru terpantau melakukan siaran langsung (live) melalui platform TikTok dengan akun @Pril.
Dengan nada tegas, Franky mempertanyakan lemahnya mekanisme pengawasan internal yang diterapkan oleh pucuk pimpinan RSUD Jatisari terhadap para pegawainya. Ia menilai, aktivitas siaran langsung di TikTok yang jelas tidak berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab pekerjaan merupakan tindakan yang sangat tidak pantas dilakukan, terlebih saat jam kerja aktif. (23/04/2025)

“Apabila benar mereka adalah karyawan rumah sakit, tindakan ini jelas merupakan pelanggaran disiplin. Seyogianya, pada jam kerja, fokus utama mereka adalah memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien atau melaksanakan tugas-tugas lain yang telah diamanahkan,” ujar Franky dengan penuh penekanan.
Lebih lanjut, Franky mengingatkan akan esensi gaji yang diterima oleh para karyawan rumah sakit, yang bersumber dari kontribusi pajak masyarakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya rasa tanggung jawab dan empati dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Mereka dibayar oleh uang rakyat, sudah seharusnya memiliki kepekaan dan tanggung jawab. Jangan sampai melakukan hal-hal yang justru mencoreng citra institusi pelayanan publik,” imbuhnya dengan nada geram.
Sebagai organisasi yang memiliki perhatian khusus terhadap hak-hak konsumen, termasuk para pembayar pajak, AMKI menyatakan komitmennya untuk terus memantau dan mengawasi secara ketat berbagai tindakan yang dianggap mencoreng nama baik institusi pemerintahan, khususnya yang berkaitan dengan praktik korupsi dan pelanggaran disiplin.

“Kami dari AMKI memiliki fokus yang kuat terhadap kepentingan konsumen, dan dalam konteks ini, masyarakat sebagai pembayar pajak adalah konsumen layanan publik. Saya tegaskan, kami akan terus mengawasi dan memantau setiap tindakan memalukan yang kerap kali dilakukan oleh oknum dalam pemerintahan, terutama yang mengarah pada tindakan koruptif dan indisipliner,” tandas Franky.

Franky mendesak pihak manajemen RSUD Jatisari untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah-langkah tegas terhadap staf yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut. Selain itu, ia juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh dan perbaikan sistem pengawasan internal guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. “Saya sangat berharap pihak rumah sakit bertindak cepat dan tegas, serta melakukan pembenahan sistem pengawasan agar kejadian ini tidak menjadi preseden buruk bagi pelayanan publik,” pungkasnya.

Menanggapi sorotan publik dan konfirmasi dari awak media, Humas RSUD Jatisari, Andi, memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. “Ya, benar yang bersangkutan adalah karyawan RSUD,” ujarnya membenarkan.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan bahwa pihak rumah sakit telah melakukan konfirmasi langsung kepada staf yang bersangkutan. Hasilnya, diketahui bahwa yang bersangkutan sedang dalam rangkaian kegiatan Medical Check Up (MCU) atau pemeriksaan kesehatan, sehingga yang bersangkutan dibebaskan sementara dari tugas utamanya.

“Namun, dengan adanya peristiwa ini, kami menyampaikan terima kasih atas perhatiannya. Kami akan segera menginstruksikan kepada seluruh karyawan untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial, guna menghindari terjadinya mispersepsi di kemudian hari,” pungkas Andi. (Red)

Editor: Hana Hardiana

Related Posts: