Puluhan Pencari Kerja Geruduk Yayasan PT Dilva di Karawang, Desak Pengembalian Dana Korban Penipuan Capai Ratusan Juta Rupiah

waktu baca 2 menit
Minggu, 1 Nov 2026 08:33 0 86 Jiovanny Kuraiwan

KARAWANG,Inspirasirakyat.id — Suasana tegang mewarnai kantor Yayasan Tenaga Kerja PT Dilva yang berlokasi di Jalan Ciranggon, Rawamerta, Kabupaten Karawang. Puluhan calon tenaga kerja mendatangi yayasan tersebut guna menuntut pertanggungjawaban Hamdani selaku pemilik yayasan sekaligus pimpinan PT Dilva, menyusul dugaan praktik penipuan berkedok penyaluran kerja yang merugikan para kandidat hingga ratusan juta rupiah.

Aksi mendatangi kantor yayasan ini dipicu oleh kekesalan para korban atas janji-janji kosong yang terus diulur. Berdasarkan keterangan salah satu perwakilan korban sekaligus referensi yayasan Dilva, Deden Ginanjar, kasus ini terkesan berlarut-larut tanpa kejelasan yang pasti. Janji pengembalian dana kandidat yang sedianya diselesaikan dalam kurun waktu enam bulan tak kunjung ditepati.

“Kita sebagai korban dari PT Dilva menuntut keadilan dan pertanggungjawaban Hamdani untuk bisa menyelesaikan tugasnya dalam pengembalian uang kandidat yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” ujar Deden dengan nada tegas.

Ketidakpastian hukum dan lambatnya penyelesaian masalah ini membuat para korban merasa dirugikan secara materiil maupun immateriil. Mereka mendesak agar pihak manajemen PT Dilva tidak menghindar dari tanggung jawab moral dan hukum atas kerugian yang dialami oleh para pencari kerja yang mayoritas berasal dari kalangan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Menanggapi jalan buntu yang dihadapi, para korban kini menaruh harapan besar kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mereka berencana membawa persoalan ini langsung kepada Gubernur Jawa Barat, KDM (Kang Dedi Mulyadi), agar intervensi pemerintah dapat segera dihadirkan guna mengawal proses pengembalian hak-hak finansial para korban penipuan tersebut.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Kabupaten Karawang, sekaligus menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus operandi penyaluran tenaga kerja ilegal yang kerap memanfaatkan impian para pencari kerja.

 

Red:Bunsan.

Related Posts: