KARAWANG, inspirasirakyat.id – Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, sebuah langkah strategis diambil oleh para pemangku kebijakan tingkat desa. Pada Selasa (10/02), seluruh Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Jatisari berkumpul dalam agenda Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) guna membedah rapor pembangunan dan merumuskan arah kebijakan tahunan yang lebih inklusif.
Bukan sekadar rutinitas birokrasi, Musdesus kali ini tampil dengan urgensi yang lebih tajam. Terdapat tiga pilar utama yang menjadi sumbu diskusi: akselerasi penanggulangan kemiskinan ekstrem, validasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa, serta pemantapan program ketahanan pangan lokal.
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan ini adalah penyusunan daftar penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Pemerintah desa ditekankan untuk melakukan filterisasi data secara ketat agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang berhak.
“Musdesus ini adalah benteng transparansi. Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari negara tersalurkan secara tepat sasaran, tanpa ada tumpang tindih, demi menjaga rasa keadilan di tengah masyarakat,” ujar salah satu perwakilan pimpinan rapat di sela-sela diskusi.
Elemen “gotong royong” terasa kental dengan hadirnya tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat RT/RW, hingga Pendamping Desa. Keterlibatan berbagai elemen ini bertujuan untuk menciptakan kontrol sosial yang kuat, sehingga program desa tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
Selain fokus pada bantuan sosial, forum ini juga menyepakati penguatan sektor ketahanan pangan. Di tengah tantangan ekonomi global, Jatisari berupaya membangun kedaulatan pangan dari tingkat dusun, mengoptimalkan potensi lahan, dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat tetap terjaga.
Melalui Musdesus ini, Pemerintah Kecamatan Jatisari berharap seluruh desa memiliki frekuensi yang sama dalam memberikan pelayanan prima. Targetnya jelas: mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang terukur, akuntabel, dan berkelanjutan. Nahdi/red