Zuckerberg Hadapi Sidang Antimonopoli: Meta Terancam Lepas Instagram dan WhatsApp

waktu baca 2 menit
Kamis, 17 Apr 2025 03:46 0 527 REDAKSI

Internasional, inspirasirakyat.id – CEO Meta Platforms Inc., Mark Zuckerberg, kini berada di tengah tekanan hukum yang signifikan dalam sidang antimonopoli yang sedang berlangsung di Amerika Serikat. Sidang krusial ini berpotensi memaksa raksasa teknologi tersebut untuk melepaskan kepemilikannya atas dua platform media sosial dan perpesanan populer, Instagram dan WhatsApp. (17/04/2025)

Persidangan yang digelar di pengadilan federal ini merupakan tindak lanjut dari gugatan yang diajukan oleh Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS. FTC menuduh Meta telah melakukan praktik monopoli melalui serangkaian akuisisi strategis. Akuisisi Instagram pada tahun 2012 dan WhatsApp pada tahun 2014 dipandang oleh FTC sebagai langkah Meta untuk secara efektif melenyapkan potensi pesaing, dan bukan semata-mata untuk mendorong inovasi di pasar.

Dalam pembukaan persidangan, pihak jaksa penuntut mengungkapkan, “Dokumen internal perusahaan secara jelas mengindikasikan adanya motif yang kuat untuk mengurangi persaingan melalui serangkaian akuisisi yang dilakukan oleh Meta.” Salah satu bukti kunci yang diajukan adalah serangkaian email dari Mark Zuckerberg sendiri yang secara eksplisit menyebutkan strategi perusahaan dengan ungkapan “lebih baik membeli daripada bersaing.”

Menanggapi tuduhan berat tersebut, Mark Zuckerberg memberikan kesaksian di hadapan hakim. Ia dengan tegas membantah semua tuduhan praktik monopoli yang dialamatkan kepada Meta. Zuckerberg berargumen bahwa akuisisi Instagram dan WhatsApp dilakukan secara sah dan justru memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pesat kedua platform tersebut. “Instagram dan WhatsApp telah berkembang pesat di bawah naungan Meta. Selain itu, pasar media sosial secara keseluruhan tetap sangat kompetitif, dengan kehadiran pemain-pemain besar lainnya seperti TikTok dan YouTube yang terus bersaing,” ujar Zuckerberg dalam pembelaannya.

Sidang antimonopoli ini diperkirakan akan berlangsung cukup panjang, dengan agenda yang mencakup pemanggilan sejumlah saksi ahli di bidang teknologi dan ekonomi, serta analisis mendalam terhadap data bisnis Meta. Di sisi lain, FTC secara konsisten mendorong pengadilan untuk mengeluarkan perintah yang memaksa Meta untuk mendivestasi Instagram dan WhatsApp. Langkah ini, menurut FTC, diperlukan untuk menciptakan persaingan yang lebih sehat dan dinamis di industri digital yang terus berkembang pesat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan akhir yang dikeluarkan oleh hakim yang memimpin persidangan. Namun, sejumlah analis industri memperkirakan bahwa putusan penting ini kemungkinan baru akan dijatuhkan pada pertengahan hingga akhir tahun 2025. Kompleksitas kasus ini, ditambah dengan dampaknya yang berpotensi luas terhadap lanskap teknologi global, menjadi faktor utama yang menyebabkan perkiraan waktu putusan yang relatif panjang. Masa depan kepemilikan Instagram dan WhatsApp, serta implikasinya terhadap peta persaingan di dunia digital, kini menjadi perhatian utama para pelaku industri, regulator, dan jutaan pengguna di seluruh dunia. ( Red )

Related Posts: