KARAWANG, inspirasirakyat.id – Suasana haru dan penasaran bercampur di Desa Kiara Payung, Karawang, sore ini (2/5/2025) saat warga memadati lokasi yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan seorang nenek berusia 70 tahun, Hajah Emot. Kedatangan warga ini terkait dengan digelarnya pra-rekonstruksi oleh pihak kepolisian Polres Karawang untuk mengungkap lebih lanjut kronologi tragis yang menggemparkan desa tersebut.(02/05/2025)
Sebelumnya, warga Kiara Payung dikejutkan dengan penemuan jenazah Hajah Emot pada tanggal 29 April 2025. Penemuan ini sontak membuat suasana desa yang tenang menjadi mencekam. Namun, tak berselang lama, tepatnya pada hari berikutnya, tim Reserse Kriminal Polres Karawang berhasil menangkap pelaku yang bersembunyi di wilayah Purwakarta. Fakta yang lebih mengejutkan terungkap bahwa pelaku berinisial S ternyata adalah cucu kandung korban.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa garis polisi masih terpasang di sekitar rumah korban. Sejumlah petugas kepolisian tampak melakukan persiapan untuk jalannya pra-rekonstruksi. Kehadiran ratusan warga yang ingin menyaksikan secara langsung proses ini menunjukkan betapa besar perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap kasus ini.
Salah seorang warga yang juga tetangga korban, Rian, mengungkapkan keterkejutannya atas kejadian ini. “Saya benar-benar tidak menyangka dengan kejadian ini. Ini pertama kalinya ada kejadian seperti ini di desa kami. Apalagi pelakunya ternyata cucu sendiri,” ujarnya dengan nada prihatin di sela-sela kerumunan warga.
Pra-rekonstruksi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana peristiwa pembunuhan tersebut terjadi, termasuk motif dan peran pelaku. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait detail pra-rekonstruksi yang sedang berlangsung. Namun, antusiasme warga yang memadati TKP menunjukkan harapan besar agar kasus ini dapat segera terungkap secara tuntas dan keadilan dapat ditegakkan.
Situasi di sekitar TKP terpantau ramai namun tetap kondusif di bawah pengawasan aparat kepolisian. Proses pra-rekonstruksi diperkirakan akan berlangsung beberapa jam ke depan. Perkembangan lebih lanjut terkait kasus ini akan terus diinformasikan.(Red/R.Tompel)