MEDAN, inspirasirakyat.id – Pramugari maskapai Wings Air, Lidya Crytine (28), secara resmi melaporkan dugaan tindakan penganiayaan yang dialaminya ke Polres Nias di Gunungsitoli. Laporan tersebut diajukan pada Kamis (17/4/2025), dan Lidya menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada upaya perdamaian terkait insiden yang menimpanya. ( 18/04/2025)
“Belum ada sama sekali pedamaian,” ujar Lidya Crytine kepada awak media usai membuat laporan di Mapolres Nias.
Setelah melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Lidya yang didampingi oleh kuasa hukumnya langsung menuju ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Nias untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait laporannya.
“Tindakan kekerasan dan penganiayaan kepada saya sudah melanggar keamanan dan ketertiban di dalam pesawat penerbangan saya pada hari itu,” ungkap Lidya mengenai insiden yang dialaminya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Nias, Aipda Motivasi Gea, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari pramugari bernama Lidya Crytine tersebut. Lebih lanjut, Aipda Motivasi menjelaskan bahwa tindak lanjut dari laporan ini adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi-saksi yang terkait dengan kejadian tersebut.
“Saat ini yang kita dapatkan (terlapor) berinisial MZ (Megawati Zebua), untuk ke depannya lebih jelas mengenai status atau pekerjaan terlapor, mohon menunggu pengembangan selanjutnya,” pungkas Aipda Motivasi.
Laporan ini menambah panjang daftar dugaan pelanggaran yang melibatkan anggota DPRD Sumatera Utara. Identitas terlapor, yang diungkapkan berinisial MZ, diduga kuat mengarah pada Megawati Zebua, seorang anggota DPRD Sumut yang sebelumnya juga ramai diberitakan terkait dugaan pencekikan terhadap pramugari Wings Air ini.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman lebih lanjut terkait laporan dugaan penganiayaan ini, termasuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap secara jelas kronologi kejadian dan status hukum terlapor. (Red) 0






