Kue APBN di Balik Dapur MBG: PDIP “Tutup Pintu”,  Gerindra ?

waktu baca 3 menit
Sabtu, 28 Feb 2026 04:38 0 179 admin

KARAWANG, inspirasirakyat.id– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi instrumen penyelamat gizi generasi bangsa kini terseret dalam pusaran isu etika dan dugaan konflik kepentingan. Di tengah gegap gempita pelaksanaan program nasional ini, terjadi dikotomi tajam antara sikap Partai Gerindra selaku partai penguasa dengan PDI Perjuangan (PDIP) sebagai partai oposisi.

Data investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dirilis dalam kanal YouTube resminya pada 28 Desember 2025 berjudul “Mereka yang Berkepentingan di Balik Dapur MBG” menyajikan fakta yang cukup mencengangkan. ICW menelisik 102 yayasan di 38 provinsi dan menemukan pola keterlibatan sistemik pihak-pihak yang seharusnya menjadi pengawas:

  • Dominasi Partai Politik: Dari 28 yayasan yang terafiliasi dengan partai politik, Partai Gerindra menempati posisi puncak dengan jumlah kader/individu terbanyak. Di bawahnya menyusul PKS dan PAN.

  • Aparat Penegak Hukum & Militer: Ironis, Yayasan Kemala Bhayangkari (Polri) hingga keterlibatan Jaksa aktif (JAM-Intel) dan belasan purnawirawan militer ditemukan bercokol dalam struktur pengelola.

  • Konflik Kepentingan Birokrasi: Sebanyak 12 yayasan terafiliasi dengan pejabat, termasuk dua yayasan yang menempel langsung pada tenaga ahli Badan Gizi Nasional (BGN)—lembaga yang seharusnya bertugas sebagai pengawas independen.

Berbanding terbalik dengan fenomena “aji mumpung” tersebut, PDIP mengambil langkah tegas. Melalui Surat Edaran (SE) tertanggal 24 Februari 2026 yang ditandatangani Sekjen Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Komarudin Watubun, PDIP melarang keras seluruh kadernya terlibat dalam bisnis MBG.

Dalam SE tersebut, DPP PDIP menegaskan bahwa program MBG dibiayai penuh oleh APBN—yang notabene bersumber dari keringat pajak rakyat. PDIP secara eksplisit menyatakan akan menjatuhkan sanksi tegas bagi kader yang mencoba memanfaatkan program ini untuk keuntungan pribadi atau kelompok. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga marwah partai agar tidak terseret dalam skandal konflik kepentingan yang saat ini membayangi program strategis pemerintah.

Ketajaman instruksi DPP PDIP tampak berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Investigasi tim Inspirasi Rakyat di Kabupaten Karawang menemukan indikasi kuat adanya “pemain besar” dari partai berlogo burung garuda yang diduga terlibat dalam dapur MBG.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, ditemukan dua sosok berinisial “ES” dan “I” yang diduga mengendalikan lebih dari enam dapur MBG. Modus yang digunakan tergolong rapi; mereka tidak menggunakan nama pribadi, melainkan meminjam nama anak atau anggota keluarga inti dalam struktur pengelolaan dapur.

Temuan ini menjadi bukti empiris bahwa dugaan ICW mengenai keterlibatan kader partai dalam gurita bisnis MBG bukan sekadar isapan jempol belaka.

Apakah langkah tegas PDIP akan memicu efek domino bagi partai lain untuk transparan, atau justru program MBG akan terus menjadi “lahan basah” bagi para elit di balik layar? Publik kini menuntut transparansi total dari Badan Gizi Nasional untuk membuka daftar yayasan pengelola secara terbuka. (  Red )

Editor: Hana Hardiana

Sumber :- Youtube ICW , Link : https://www.youtube.com/@IndonesiaCorruptionWatch
– detik.com
– wawancara langsung narasumber

Related Posts: