Kontroversi Tindakan Anggota Ormas di Bekasi, Ada Tindakan Anarkisme dan Intimidasi

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Mar 2025 06:50 0 439 REDAKSI

Bekasi, inspirasirakyat.id (24/03/2025)_ Aksi anggota organisasi masyarakat (ormas) di Kota dan Kabupaten Bekasi kembali menjadi sorotan publik. Dalam sepekan terakhir, dua kejadian berbeda yang melibatkan anggota ormas viral di media sosial, yakni pemalakan tunjangan hari raya (THR) oleh seorang pria berjuluk “Jagoan Cikiwul” dan pengrusakan lingkungan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi oleh lima anggota ormas lainnya.

Kasus pertama bermula dari aksi seorang pria bernama Suhada alias “Jagoan Cikiwul” yang meminta THR ke sebuah perusahaan plastik di Bantargebang, Kota Bekasi. Video insiden ini viral setelah diunggah ke media sosial. Dalam rekaman, Suhada marah karena proposal permohonan THR yang ia ajukan, berkedok bantuan untuk kegiatan berbagi takjil dan buka bersama, tidak ditanggapi perusahaan.

Meski sekuriti sempat memberinya uang Rp 20.000, Suhada bersama tiga rekannya, A, D, dan M, menolak. Suhada bahkan mengancam sekuriti dengan mengklaim dirinya sebagai “Jagoan Cikiwul” dan memiliki banyak massa. Aksi ini direkam oleh M, anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Bawah Masyarakat Indonesia (GMBI) Bantargebang, lalu dibagikan ke grup WhatsApp internal. Tak lama, video itu tersebar luas di media sosial. Menyadari aksinya menuai kecaman, Suhada melarikan diri ke Sukabumi. Namun, polisi berhasil menangkapnya dan membawanya ke Polres Metro Bekasi Kota.

“Untuk pasal yang dikenakan, tersangka dijerat Pasal 335 atau 368 juncto Pasal 53 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Binsar Hatorangan Sianturi, dalam konferensi pers, Jumat (21/3/2025).

Meski disebut sebagai anggota LSM GMBI, klaim tersebut dibantah oleh Sekretaris LSM GMBI Kota Bekasi, Asep Sukarya. Menurutnya, Suhada tidak terdaftar dalam database keanggotaan GMBI. “Jadi, Suhada tidak punya kartu tanda anggota (KTA) GMBI. Nama dia tidak ada dalam database kami,” kata Asep saat dihubungi, Jumat. Namun, M yang merekam aksi Suhada memang benar anggota GMBI dan menjabat sebagai Ketua LSM GMBI Bantargebang. Akibat kejadian ini, M dicopot dari jabatannya.

“Betul, (posisi M) dibekukan sekaligus dicopot dari Ketua LSM GMBI Bantargebang,” tambah Asep ( Red )

Sumber: kompas.com

Related Posts: