Gubernur Jawa Barat Sampaikan Aspirasi Petani kepada Presiden Prabowo di Tengah Sukses Panen Raya Majalengka

waktu baca 2 menit
Senin, 7 Apr 2025 09:55 0 371 REDAKSI

MAJALENGKA, inspirasirakyat.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kebijakan pertanian yang diinisiasi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, dan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan riil para petani. Pernyataan ini disampaikan saat mendampingi Presiden dalam acara Panen Raya Serentak di 14 Provinsi yang berpusat di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, pada Senin (07/04/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menyoroti dampak positif dari penetapan harga gabah di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram, percepatan distribusi pupuk bersubsidi, serta optimalisasi penyerapan gabah oleh Bulog yang secara signifikan meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah.

Kendati demikian, Gubernur Dedi Mulyadi juga mengemukakan karakteristik unik pertanian di Jawa Barat yang memerlukan perhatian khusus. Ia mencontohkan tantangan pengendalian hama keong yang memerlukan penyemprotan intensif, bahkan setiap dua hari sekali.

“Saya memahami betul isu ini sebagai bagian dari komunitas petani. Ini adalah persoalan yang masih memerlukan solusi di Jawa Barat,” ungkap Dedi Mulyadi. Ia menjelaskan bahwa praktik penyemprotan yang berulang dapat berdampak pada penurunan kandungan unsur hara tanah, yang saat ini berada pada tingkat relatif rendah, yakni enam poin.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan perlunya upaya pemulihan kesuburan lahan pertanian di Jawa Barat untuk mengembalikan dan meningkatkan kandungan unsur hara tanah.

Selain itu, ia juga menyoroti permasalahan alih fungsi lahan yang kontras dengan fokus ekstentifikasi lahan hijau di wilayah lain. Menurutnya, banyaknya alih fungsi lahan di Jawa Barat dipengaruhi oleh regulasi tata ruang yang belum sepenuhnya direvisi.

“Saat ini, pengajuan alih fungsi lahan masih memungkinkan jika sesuai dengan tata ruang yang berlaku. Oleh karena itu, kami mendorong penundaan izin alih fungsi lahan hingga Peraturan Daerah (Perda) tata ruang Jawa Barat direvisi,” tegasnya.

Gubernur Dedi Mulyadi juga menyampaikan aspirasi spesifik terkait pemanfaatan lahan milik PTPN dan Perhutani di Jawa Barat. “Kami mengajukan permohonan kepada Bapak Presiden agar lahan PTPN dan Perhutani di Jawa Barat diprioritaskan untuk penanaman jagung, demi mendukung program ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.(Red/R.T)

Related Posts: