Dokter PPDS Unpad Diduga Lakukan Pemerkosaan Terhadap Keluarga Pasien di RSHS, Pelaku Berhasil Ditangkap

waktu baca 2 menit
Rabu, 9 Apr 2025 18:39 0 360 REDAKSI

Bandung,inspirasirakyat – Kabar mengejutkan datang dari dunia kesehatan Kota Bandung. Seorang dokter yang berstatus sebagai peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisial P (31 tahun), diduga kuat melakukan tindakan pemerkosaan terhadap seorang anggota keluarga pasien di lingkungan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). (10/04/2025)

Peristiwa dugaan pemerkosaan ini terjadi pada bulan Maret 2025, di mana pelaku disinyalir membius korban sebelum melancarkan aksi bejatnya di lantai 7 gedung rumah sakit.

Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) bergerak cepat setelah menerima laporan dan berhasil menangkap terduga pelaku, P, pada tanggal 28 Maret 2025. Dalam proses penangkapan tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

“Ya (ada penyitaan obat bius dan kondom bersperma),” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan, saat dikonfirmasi oleh awak media pada Rabu (9/4).

Saat ini, kasus dugaan pemerkosaan ini tengah ditangani secara intensif oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat. Proses hukum pun dipastikan akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan dukungan penuh dari pihak Universitas Padjadjaran dan Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Menyikapi kasus yang mencoreng nama baik institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan ini, Universitas Padjadjaran mengambil tindakan tegas. Melalui siaran pers yang diterima pada Rabu (9/4), Unpad menyatakan telah memberhentikan P dari program PPDS.

“Karena terduga merupakan PPDS yang dititipkan di RSHS dan bukan karyawan RSHS, maka penindakan tegas sudah dilakukan oleh Unpad dengan memberhentikan yang bersangkutan dari program PPDS,” demikian pernyataan resmi dari pihak Unpad.

Lebih lanjut, Unpad menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan penuh kepada korban selama proses pelaporan dan hukum berjalan. Pihak universitas juga menjamin perlindungan terhadap privasi korban dan keluarganya. Senada dengan Unpad, pihak RSHS juga menyatakan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Kasus dugaan pemerkosaan yang melibatkan seorang calon dokter spesialis ini tentu menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat. Pihak berwenang diharapkan dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku jika terbukti bersalah. Sementara itu, dukungan dan perlindungan terhadap korban menjadi prioritas utama dalam proses penegakan hukum ini. ( Red )

gambar profil

Deep Research
Canvas

Gemini dapat membuat kesalahan, jadi pe

Related Posts: