BANDUNG, inspirasirakyat.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat secara resmi merilis pedoman Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026. Mengusung pendekatan tematik Pancawaluya, MPLS kali ini dirancang untuk membentuk “manusa waluya” atau manusia utuh yang tangguh secara intelektual, emosional, dan sosial, berlandaskan lima nilai karakter utama: cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.(12/07/2025)
MPLS Pancawaluya akan diselenggarakan serentak mulai Senin, 14 Juli 2025, hingga Jumat, 18 Juli 2025. Fokus utama kegiatan ini adalah pengenalan lingkungan sekolah dan seluruh elemen pendidikan, pembentukan budaya positif, penguatan wawasan kebangsaan, serta bela negara.
Program MPLS tahun ini akan lebih interaktif dengan melibatkan alumni, TNI, dan Polri. Selain itu, siswa akan diajak mengeksplorasi lingkungan sekitar melalui aksi ekologi dan belajar melalui berbagai metode, termasuk pembelajaran berbasis cerita rakyat lokal dan proyek kelas.
Larangan Atribut dan Mekanisme Pelaporan
Guna memastikan pelaksanaan MPLS yang edukatif dan bermartabat, Disdik Jawa Barat secara tegas melarang aktivitas kekerasan dan penggunaan atribut yang tidak edukatif. Ini termasuk larangan penggunaan tas karung, kantong plastik, papan nama yang rumit, serta aksesori aneh lainnya.
Setiap kegiatan harus bersifat inklusif, non-diskriminatif, dan menyenangkan. Seluruh panitia diwajibkan menyampaikan informasi lengkap kepada orang tua, termasuk mekanisme pelaporan jika terjadi pelanggaran. Untuk menjamin transparansi, masyarakat juga dapat menyampaikan aduan melalui kanal resmi seperti call center ULT Kemendikdasmen 177 atau platform LAPOR.
Evaluasi dan Harapan
Pelaksanaan MPLS akan dievaluasi secara formatif dan sumatif oleh panitia sekolah, dengan pendampingan dari Dinas Pendidikan hingga Kemendikdasmen. Orang tua, peserta didik, dan guru juga diberikan ruang untuk memberikan umpan balik partisipatif. Hasil evaluasi ini nantinya akan menjadi dasar pengembangan program di masa depan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan harapannya agar tema Pancawaluya dapat mendorong siswa baru menjadi generasi unggul yang siap berkontribusi bagi keberlanjutan Jawa Barat di masa depan.
“Kami meyakini, jika berjalan secara efektif maka para siswa baru ini akan menjadi generasi unggul dan memiliki jiwa kebangsaan, meski MPLS hanya dilaksanakan selama lima hari,” ujar Herman, Sabtu (12/7/2025).
Herman juga menegaskan bahwa tidak ada pungutan biaya atau kewajiban pembelian seragam khusus dalam MPLS Pancawaluya. Siswa baru diperbolehkan menggunakan seragam dari jenjang pendidikan sebelumnya.(Red/R.T)