Bengkulu, inspirasirakyat.id – Dampak cuaca ekstrem kembali menerjang wilayah Bengkulu. Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Kaur pada Minggu malam (6/4/2025) mengakibatkan Sungai Padang Guci meluap, memicu gelombang banjir signifikan yang melanda Desa Air Kering II, Kecamatan Padang Guci Hilir. Peristiwa ini menyebabkan ratusan kediaman warga terendam air dengan ketinggian mencapai 1 hingga 2 meter, menciptakan situasi darurat bagi komunitas setempat.(09/04/2025)
Bukan hanya tempat tinggal, sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat turut menjadi korban keganasan arus banjir yang menerjang. Keterangan dari saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa luapan air terjadi secara cepat sekitar pukul 21.00 WIB.
“Kenaikan air sangat drastis. Prioritas utama kami adalah menyelamatkan diri dan barang-barang berharga yang terjangkau. Sayangnya, beberapa kendaraan ikut terseret arus,” ungkap Ardi, seorang warga yang rumahnya terdampak banjir.
Dalam upaya menyelamatkan diri dari terjangan banjir, warga terpaksa memanfaatkan tali yang diikatkan pada pepohonan dan struktur bangunan sebagai alat bantu untuk menavigasi arus yang deras. Pantauan hingga Senin pagi (7/4/2025) menunjukkan bahwa meskipun air mulai surut, residu banjir berupa genangan dan lumpur masih menyelimuti sebagian besar rumah warga.
Respons cepat dari pemerintah daerah terlihat dengan kehadiran Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, beserta anggota legislatif setempat di lokasi bencana. Mereka secara langsung meninjau dampak banjir dan mengkoordinasi upaya gotong royong pembersihan sisa-sisa material banjir. Abdul Hamid mengidentifikasi bahwa jebolnya tanggul Sungai Padang Guci akibat tekanan air yang kuat menjadi penyebab utama kerusakan parah pada sedikitnya lima unit rumah, serta hanyutnya dua unit mobil dan satu unit sepeda motor.
“Pemerintah Kabupaten akan bergerak cepat dalam melakukan pendataan kerugian secara komprehensif dan menyiapkan langkah-langkah tanggap darurat yang diperlukan. Ini termasuk pembangunan tanggul sementara dan penyaluran bantuan logistik untuk meringankan beban warga yang terdampak,” tegas Abdul Hamid.
Hingga informasi ini dihimpun, belum ada laporan mengenai korban jiwa. Tim gabungan dari BPBD, TNI, dan relawan terus bekerja tanpa lelah di lapangan, memfokuskan diri pada proses evakuasi dan distribusi bantuan kepada warga yang saat ini mengungsi.(Red/Dede.S)