BEKASI,Inspirasirakyat.id//— Jagat maya kembali diguncang oleh potret buram etika aparatur tingkat bawah. Sebuah video berdurasi sekitar tiga menit merekam aksi intimidasi verbal terhadap seorang wanita lanjut usia, Nenek Amih, yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Dusun berinisial S di wilayah Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.
Rekaman yang beredar luas memperlihatkan ketimpangan kuasa yang mencolok seorang aparatur desa yang digaji untuk mengayomi, justru meluapkan amarah tanpa tedengah kepada warga lansia yang rentan.
(24/8/2026)
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, friksi ini ditengarai dipicu oleh residu tensi politik dan perbedaan preferensi dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) setempat.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi demokrasi di tingkat akar rumput. Polarisasi suksesi kepemimpinan desa semestinya menjadi adu gagasan pembangunan, bukan ajang persekusi moral terhadap warga lanjut usia yang semestinya dilindungi hak kenyamanan dan martabat hidupnya.
Rekaman berdurasi penuh sekitar 3 menit menampilkan tekanan psikis dan intonasi tinggi dari oknum berinisial S terhadap Nenek Amih di ruang terbuka.
Motif yang Didalami: Dugaan polarisasi kubu Pilkades menjadi sumbu pemicu yang menyeret perselisihan ke ranah personal.
Publik mendesak Camat Pebayuran, BPD, dan aparat penegak hukum setempat segera turun tangan memberikan klarifikasi resmi serta sanksi tegas jika terbukti melanggar kode etik dan hukum pidana.
Aksi arogan semacam ini tidak boleh berlindung di balik dalih “kesalahpahaman biasa” atau mediasi formalitas tanpa ada pemulihan psikologis bagi korban. Jabatan struktural di level desa bukanlah lisensi untuk bertindak semena-mena.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bekasi dan pihak kepolisian untuk membuktikan bahwa perlindungan hukum tetap berdiri tegak bagi masyarakat kecil, tanpa pandang bulu.
Teguh Brawijaya