Ancaman Krisis Pangan dan Darurat Air Pakar Desak Langkah Strategis Lintas Kementerian

waktu baca 3 menit
Jumat, 14 Agu 2026 04:19 0 106 Teguh Brawijaya

JAKARTA,Inspirasirakyat.id// Bencana kekeringan akibat fenomena cuaca ekstrem El Niño kian mengancam ketahanan pangan nasional dan stabilitas ekonomi pedesaan di berbagai belahan wilayah Indonesia. Merespons kondisi kritis tersebut, pakar hukum internasional dan pakar ekonomi, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., mendorong Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah intervensi masif dengan mengordinasikan lintas kementerian dan lembaga negara.(14/8/2026)

​Dalam keterangannya di Jakarta, Prof. Sutan Nasomal menegaskan bahwa ancaman gagal panen massal serta kelangkaan air bersih tidak lagi dapat ditangani secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi komprehensif antara Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, hingga unsur TNI dan Polri.

​”Kondisi kekeringan yang meluas dalam beberapa bulan terakhir telah memberikan dampak domino yang signifikan. Bukan hanya sektor pertanian yang terancam melumpuhkan pasokan pangan, tetapi juga sektor perikanan darat dan akses air bersih masyarakat pedesaan. Negara harus hadir secara nyata melalui solusi struktural dan terukur,” tegas Prof. Sutan Nasomal.

​Audit Infrastruktur dan Normalisasi Sumber Daya Air

​Menyoroti alokasi anggaran yang krusial pada sektor infrastruktur pendukung pertanian, Prof. Sutan Nasomal menggarisbawahi perlunya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas fungsi bendungan dan danau buatan di seluruh Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastruktur air tidak boleh sekadar menjadi proyek fisik tanpa memberikan dampak fungsional di kala kemarau panjang.

​Untuk mengasi krisis pasokan air yang telah berlangsung secara berulang, beberapa gagasan konkrit yang direkomendasikan mencakup.

​Normalisasi dan pengerukan sungai masif, Melakukan pengerukan pada ratusan ribu titik sungai di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Kepulauan Nusa Tenggara guna mengembalikan kapasitas tampung air.

​Pembangunan embung dan Danau penampung hujan, Memperbanyak danau retensi baru di kawasan rawan kekeringan untuk mengoptimalkan penyerapan air hujan pada masa peralihan musim.

​Pemanfaatan Aquifer dan Sungai bawah tanah,Mengembangkan eksplorasi serta pemanfaatan potensi air bawah tanah guna menjamin ketersediaan air bersih cadangan di daerah terdampak ekstrem.

​Restorasi Ekologis dan Penerapan Teknologi Modern

​Selain perbaikan infrastruktur teknis, Prof. Sutan Nasomal menumpukan perhatian pada eskalasi alih fungsi lahan dan deforestasi hulu sungai sebagai akar permasalahan berkurangnya debit air tanah. Penanaman kembali kawasan hutan pegunungan yang rusak menjadi urgensi ekologis yang tidak bisa ditawar lagi.

​Di samping pendekatan vegetatif, pemanfaatan teknologi pemanenan air (water harvesting technology) dan teknologi ekstraksi kelembapan udara juga perlu ditransformasikan serta diedukasikan kepada masyarakat agraris. Hal ini dinilai efektif untuk menekan lonjakan harga komoditas sayur-mayur dan pangan utama akibat rantai pasok yang terputus di tingkat produsen.

​Sinergi Lintas Sektor Demi Kedaulatan Pangan

​Mendukung program strategis kedaulatan pangan Pemerintah Indonesia, Prof. Sutan Nasomal optimistis bahwa intervensi terintegrasi antara regulasi, infrastruktur, dan restorasi lingkungan akan menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan.

​”Integrasi kebijakan yang responsif dan cepat tidak hanya menyelematkan modal kerja petani serta peternak dari ancaman kerugian finansial yang masif, tetapi juga menjamin perlindungan sosial dan kesehatan masyarakat pedesaan dari krisis kemanusiaan akibat ancaman kerawanan pangan”

Rufii/Redaksi

Related Posts: