Karawang, Inspirasirakyat.id– Langkah Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat mengubah jadwal tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 justru memicu kegaduhan di ruang publik.
Alih-alih mendapat apresiasi, pengumuman resmi mengenai pengunduran dan penambahan waktu dalam tahapan pemetaan tersebut langsung dibanjiri ratusan komentar negatif dan keluhan dari netizen, yang diduga kuat merupakan para orang tua siswa.

Seperti diketahui, sistem SPMB Jabar tahun 2026 ini menerapkan formula baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pemprov Jabar menyisipkan tahapan “pemetaan” terlebih dahulu sebelum memasuki pendaftaran penerimaan tahap satu dan dua. Namun, dalam prosesnya, tahapan baru ini justru dinilai gagap dan tidak konsisten.
Disdik Jabar secara mendadak memperpanjang masa verifikasi dan mengundur waktu pengumuman kelulusan. Jadwal pengumuman yang semula dijadwalkan jatuh pada tanggal 12 Juni 2026, kini resmi digeser menjadi 13 Juni 2026.
Melalui unggahan di akun Facebook resmi Disdik Pemprov Jabar pada Selasa (09/06/2026), pihak dinas berdalih bahwa langkah ini diambil demi kebaikan bersama.
“Dalam rangka memberikan kesempatan yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan ke SMA dan SMK Negeri, Pendaftaran Calon Murid Baru (PCMB) 2026 diperpanjang sampai tanggal 11 Juni 2026 hingga pukul 23.59 WIB, verifikasi tanggal 12 Juni 2026, dan pengumuman 13 Juni 2026,” tulis narasi dalam pengumuman resmi tersebut.
Keputusan sepihak di tengah jalan ini memicu ketidakpercayaan publik. Pantauan Tim Redaksi Inspirasi Rakyat hingga Rabu (10/06/2026) pukul 09.30 WIB, unggahan tersebut telah diserbu sedikitnya 257 komentar. Mirisnya, hampir 90 persen dari respons netizen bernada miring, penuh keluhan, hingga kritik bergaya nyinyir yang menyinggung isu transparansi.
Berbagai tudingan miring pun mencuat ke permukaan melalui gaya bahasa satire dari para netizen. Akun bernama Ayi Yusman, misalnya, melontarkan sindiran tajam terkait adanya potensi celah transaksi di balik perpanjangan waktu ini.
“Lagi licin, mungkin gini caranya garis rutin dengan rejeki dan rejekiku. Selalu masuk line PCMB. Untung gak masuk, mungkin aku hanya menerima suap,” tulisnya menyindir.
Nada skeptis serupa juga dilontarkan akun Icank Aji yang mencurigai adanya indikasi manipulasi sisa kursi. “Yang mau memperpanjang kuota mangga nambah,” sebutnya dalam kolom komentar.
Bahkan, terdapat komentar yang jauh lebih berani dan keras, menuding bahwa sistem kuota yang ada sengaja dimainkan untuk kepentingan finansial oknum tertentu. “Jika anda ingin bermain, anda harus bermain fulus. Sistem quota gak penuh fulus,” cetus salah satu netizen dengan nada geram.
Disdik Jabar Masih Bungkam
Sistem baru yang diklaim sebagai bentuk penyempurnaan ini justru memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Ketidaksiapan infrastruktur atau adanya faktor “titipan” menjadi bola liar yang menggelinding di tengah ketidakpastian nasib para calon siswa baru.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Redaksi Inspirasi Rakyat masih berupaya keras melakukan konfirmasi dan meminta klarifikasi resmi dari pihak Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kegaduhan dan tudingan miring yang dilayangkan publik dalam proses SPMB 2026 ini.
Editor : Hana Hardiana
Sumber : Facebook Disdik Pemprov Jabar