Jakarta, inspirasirakyat.id – Diskusi Publik yang di selenggarakan oleh DPD AMPG(Dewan Pimpinan Angkatan Muda Pembaharuan Golkar yang di hadiri oleh para penggiat pendidikan, aktifis, Pemuda, Mahasiswa dan Stake Holder dari pendidikan yang diwakilkan oleh Drs.Sujarwo,Basri Basco, SE, MM,selaku Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta sekaligus Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Farah Savira penggiat pendidikan sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E, dan Assoc.Prof.Dr.Ujang Komarudin,M.Si selaku Dosen Akademisi Ilmu Sosial&Politik di pelataran Kantor DPD Golkar Cikini Jakarta Pusat pada hari:
Rabu(13/5/2026).
Dalam mengawali pembukaan dan sambutannya Fauzan Irvan selaku Ketua DPD AMPG DKI jakarta memaparkan bahwasannya ke depan akan terus mengawal program pendidikan gratis yang telah di awali oleh Basri Basco dan dilanjutkan oleh Farah Savira sebagai Kader terbaik Golkar selalu konsisten dalam isu- isu pendidikan.
Kota Jakarta ini bukan hanya di sebut maju ketika gedung-gedung tinggi,dan infrastruktur yang megah dan masyarakatnya bodoh serta terbelakang.Baru dapat di namakan negara atau daerahnya maju berkembang secara pesat kalau kualitas SDM nya pintar dan di atas rata-rata.
Oleh sebab itu solusinya adalah dengan sekolah swasta gratis, LPDP Jakarta dan beasiswa yang di fasilitasi oleh Pemprov DKI Jakarta ini adalah sarana untuk menuju Kota Jakarta Maju dan Berkembang, karena Pendidikan adalah salah satu
“gerbang keluar dari kemiskinan”,oleh sebab itu AMPG DKI Jakarta akan senantiasa konsisten mendorong dan dan mengawal agar terealisasi dengan progresife, pungkasnya!
Sementara itu dalam sambutan singkatnya Basri Basco menegaskan terus konsisten dalam menggaungkan agar terealisasi SMA/SMK Swasta Gratis 100% kalau perlu sampai tingkat perguruan tinggi S3 sambil berseloroh!
Basri Basco pun menegaskan kalau Partai Golkar itu sejak di era Orde Baru selalu berafliasi dan mendukung pemerintahan yang sah, kalaupun ada “kritikan dan usulan” itu untuk kebaikan Pemerintah, ujarnya!”Pendidikan
adalah faktor penentu kesejahteraan utama artinya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan seseorang dibanding dengan orang yang tidak berpendidikan”!
Tidak perlu bicara panjang lebar kemana-kemana kalau bicara kesejahteraan dan meningkatkan ekonomi rakyat, yang pertama harus di benahi adalah soal pendidikan, tanpa ada perdebatan kembali!di sebabkan DKI Jakarta akan menjadi Kota Global yang sama dengan kota-kota besar yang setara dengan kota di negara-negara besar lainnya, imbuhnya.
“Sampai kiamat pun Kota Jakarta khususnya tidak akan terealisasi yang namanya kemiskinan, harus segera dapat teratasi dan merealisasikan Sekolah Gratis 100% dari SMA/SMK serta Sekolah Keagamaan”, dengan target awal 40 sekolahan dengan mengambil dari dana LPDP serta Bansos, pungkasnya.
Sementara itu perwakilan dari Steakholder yang di wakilkan oleh Drs, Sarjoko Wakil Dinas Pendidikan menjelaskan Pemerintah artinya dalam konteks peningkatan perkapital indeks ini menjadi kajian Kita bersama bagaimana ini menjadi akselerator pendidikan berfungsi meningkatkan kesejahteraan.
“Dengan mengutip pernyataan dari Bapak Gubernur, pendidikan itu dapat memutus mata rantai ketidak beruntungan”, paparnya.
Maka dari Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta akan segera merealisasikan sekolah swasta gratis. Dengan kebijakan umum adalah mengupayakan peningkatan akses pelayanan pendidikan ini agar bagaimana dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat luas secara inklusif untuk bisa mendapatkan pelayanan pendidikan dengan salah satunya program KJP, KJMU agar dapat menuntaskan pendidikan tanpa memikirkan biaya apapun karena sudah di fasilitasi oleh Pemprov tutupnya.
Farah Savira selaku Legislator Muda dari Fraksi Golkar yang terlihat cantik dan energic,dengan rasa optimisme dan tetap eksis sebagai penggiat pendidikan dengan memperjuangkan di legislatif.
Dengan 3 kerangka penting adalah:
1.Banyaknya anak putus sekolah.
2.Banyaknya kasus ijazah tertahan di sekolah.
3.Banyaknya anak tidak mau sekolah lagi.
Harapannya agar segera terealisasikan program sekolah swasta gratis total pada saat LPDP,penerimaan Siswa/Siswi di bulan Juni nanti,imbuhnya. Karena “anak-anak remaja saat ini hanya ingin mendapatkan dengan cara instant termasuk perihal kesejahteraan”, namun tidak demikian pada realitanya itu semua butuh proses pendidikan dan pembelajaran untuk meraih kesejahteraan dan kemapanan serta kesuksesan dengan di lihat dari segi pandangan sosial
saat ini menutup sambutannya.
Ujang Komarudin selaku Dosen Akademisi dan penggiat pendidikan pun menceritakan perihal yang hampir sama, dengan menceritakan sejarah masa lalunya, bagaimana mencari beasiswa sendiri dengan keadaan ekonomi yang memprihatinkan dan di terima di dua perguruan tinggi ternama.
Karena pendidikan itu penting dan dengan sedikit memberikan dalil Nabi Muhammad:Orang berilmu itu derajatnya di angkat satu derajat lebih tinggi,pungkasnya!
(inspirasirakyat.id).
(ANY VERA GULTOM)