Lautan Manusia Saksi Kehadiran Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi Tunggangi Kuda Putih di Alun-Alun Karawang

waktu baca 2 menit
Minggu, 10 Mei 2026 03:20 0 71 REDAKSI

KARAWANG, Inspirasi Rakyat .id – Nuansa sakral dan keagungan sejarah menyelimuti Alun-alun Karawang pada Sabtu malam (9/5). Ribuan masyarakat dari berbagai pelosok tumpah ruah demi menyaksikan kehadiran Mahkota Binokasih, simbol kejayaan Kerajaan Sunda, dalam rangkaian kegiatan budaya Tatar Pasundan yang memukau.

Antusiasme warga telah terpantau sejak sore hari. Tribun dan area pelataran alun-alun penuh sesak oleh massa yang rela berdesakan demi menyaksikan momen langka yang penuh nilai historis ini.

Sorotan utama malam itu tidak hanya tertuju pada mahkota legendaris tersebut, tetapi juga pada kehadiran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Sosok yang dikenal konsisten mengusung nafas kebudayaan Sunda sejak awal karier politiknya ini tampil ikonik dengan menunggangi seekor kuda putih.

Kehadiran Dedi Mulyadi di tengah-tengah arak-arakan budaya seolah mempertegas pesan bahwa kepemimpinan Jawa Barat saat ini berpijak kuat pada akar tradisi. Langkah kuda putih yang membawanya disambut riuh rendah tepuk tangan warga yang mengagumi totalitas sang Gubernur dalam melestarikan seni tradisional.

Rangkaian acara diawali dengan kirab budaya yang menampilkan berbagai seni tradisional Sunda. Alunan musik khas Sunda yang ritmis membawa suasana ke masa lampau, mengiringi prosesi penyambutan Mahkota Binokasih.

Suasana yang semula riuh mendadak hening ketika ritual adat dimulai. Kesakralan Mahkota Binokasih—yang merupakan peninggalan bersejarah Kerajaan Pajajaran—seolah menghipnotis ribuan pasang mata. Warga tampak khidmat menyaksikan jalannya prosesi, sementara ribuan telepon genggam menyala di kegelapan malam, mencoba mengabadikan siluet mahkota yang menjadi simbol kepemimpinan tanah Pasundan.

Akibat membludaknya pengunjung, kemacetan hebat sempat terjadi di sejumlah titik menuju jantung kota Karawang. Meski harus berjuang menembus kepadatan, semangat warga tidak surut. Mereka bertahan hingga larut malam demi merasakan atmosfer “Sunda Mulia” yang dihadirkan dalam acara tersebut.

Bagi masyarakat Karawang, kehadiran Mahkota Binokasih dan sosok pemimpin yang menjunjung budaya seperti Dedi Mulyadi bukan sekadar tontonan, melainkan pengingat akan jati diri dan kebesaran bangsa di masa lalu.

Laporan : Bunda Santi

Penulis   : Bunshal

Related Posts: