H. Kardisa: “Haram Hukumnya Petani Srikamulyan Menjerit Karena Pupuk Langka, Kekeringan, dan Banjir!”

waktu baca 2 menit
Jumat, 8 Mei 2026 02:34 0 62 REDAKSI

Karawang,Inspirasirakyat.id// Isu kesejahteraan petani menjadi panglima dalam langkah politik H. Kardisa di Pilkades Srikamulyan. Tokoh yang dikenal luwes namun memiliki prinsip baja ini menegaskan bahwa revolusi pertanian di desanya tidak akan maksimal jika masalah klasik seperti kelangkaan pupuk dan buruknya infrastruktur air tidak dibedah hingga ke akar-akarnya.(7/5/2026)

Sebagai sosok yang sudah puluhan tahun bergelut di lumpur sawah, H. Kardisa memahami betul bahwa pupuk adalah “napas” bagi petani. Ia berkomitmen untuk memastikan para petani Srikamulyan tidak lagi kesulitan mendapatkan hak mereka.

Pasokan Pupuk Harus Tepat Sasaran

H. Kardisa menyoroti seringnya terjadi ketimpangan distribusi yang membuat petani kecil seringkali gigit jari saat musim tanam tiba.

“Percuma air lancar kalau pupuknya sulit atau harganya mencekik. Ke depan, tata kelola kelompok tani dan distribusi pupuk di Srikamulyan harus transparan. Saya ingin memastikan setiap butir pupuk subsidi sampai ke tangan yang berhak, tepat waktu dan tepat jumlah,” tegas H. Kardisa.

Tiga Pilar Kedaulatan Petani Srikamulyan
Dalam visinya memajukan ekonomi desa sebagai ujung tombak nasional, H. Kardisa mengusung tiga agenda prioritas.

Revolusi Pupuk & Sarana Produksi.

Memperkuat peran desa dalam mengawal distribusi pupuk agar tidak ada lagi oknum yang bermain, sehingga petani bisa menanam dengan tenang.

Perang Terhadap Kekeringan.

Memastikan infrastruktur irigasi berfungsi seratus persen, sehingga sawah tetap basah meski di musim kemarau panjang.

Benteng Penahan Banjir.

Melakukan normalisasi drainase secara total agar keringat petani tidak hilang tersapu banjir saat musim penghujan.

Misi Mulia, memanusiakan Petani.

Keputusan H. Kardisa untuk maju sebagai orang nomor satu di Desa Srikamulyan dianggap sebagai jawaban atas kerinduan warga akan pemimpin yang “paham bahasa sawah”. Ia meyakini, jika urusan pupuk, air, dan lahan selesai, maka ekonomi desa akan melesat dengan sendirinya.

“Pengalaman saya puluhan tahun sebagai petani adalah guru terbaik. Saya ingin membuktikan bahwa dengan manajemen yang jujur dan berani, petani Srikamulyan bisa mandiri dan sejahtera. Cita-cita ini adalah harga mati yang harus segera kita wujudkan,” pungkasnya.
Teguh Brawijaya

Related Posts: