Proyek “Siluman” Lapangan Voli Pulo Bata Retak Seribu, Pemborong Berinisial EN Bungkam Seribu Bahasa

waktu baca 2 menit
Jumat, 26 Des 2025 14:54 0 181 REDAKSI

KARAWANG, Inspirasi Rakyat.id – Kualitas pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan tajam. Belum genap satu bulan selesai dikerjakan, proyek pengecoran rigid beton lapangan voli di area pemakaman Pulo Bata, Dusun Krajan 3, Desa Pulo Bata, Kecamatan Telagasari, kondisinya kini sangat memprihatinkan.

​Berdasarkan pantauan langsung awak media Inspirasi Rakyat.id pada Kamis (25/12/2025), hasil pekerjaan tersebut jauh dari kata layak. Permukaan beton terlihat mengalami retak berat di berbagai titik. Ironisnya, di bagian sisi lapangan, material cor sudah mulai hancur hingga butiran batu split terkelupas dan terlihat jelas.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai kualitas material dan komposisi campuran yang digunakan oleh pihak pelaksana.

​Selain kualitas yang buruk, proyek ini disinyalir sebagai “Proyek Siluman”. Pasalnya, tidak ditemukan adanya papan informasi proyek (plang) di lokasi kegiatan.

Ketiadaan transparansi ini seolah sengaja dilakukan untuk menutup-nutupi besaran anggaran, sumber dana, serta volume pekerjaan dari pengawasan masyarakat.

​Sesuai Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), setiap proyek yang menggunakan uang negara wajib memasang papan informasi. Absennya plang tersebut memicu asumsi liar di tengah publik bahwa pihak pemborong sengaja ingin mengelabui masyarakat.

​Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pengerjaan dilakukan pada waktu yang tidak lazim dan tanpa sosialisasi yang jelas.

​”Setahu saya pengerjaan lapangan voli ini dilakukan dari sore sampai pagi hari. Sudah hampir dua minggu selesai. Tapi dari awal sampai sekarang, saya tidak melihat ada baliho atau papan informasi proyeknya,” ungkapnya kepada media.

​Informasi yang dihimpun tim redaksi menunjuk pada sosok berinisial EN, warga Jarong, Desa Kiara, sebagai pemborong pelaksana proyek tersebut. Namun, saat tim mencoba melakukan klarifikasi terkait kerusakan dini dan transparansi anggaran, EN justru memilih bungkam seribu bahasa dan tidak memberikan respons apa pun hingga berita ini diturunkan.

​Hingga saat ini, masyarakat Desa Pulo Bata mendesak instansi terkait, baik Dinas maupun pihak pengawas, untuk segera turun tangan mengevaluasi pekerjaan tersebut. Jika ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam pengurangan kualitas demi meraup keuntungan pribadi, maka aparat penegak hukum harus segera bertindak.

(BunShal)

Related Posts: