KARAWANG, inspirasirakyat.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria paruh baya mengamuk di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang viral di media sosial. Dalam video yang beredar luas, pria tersebut tampak emosional dan menuding pihak rumah sakit sebagai penyebab meninggalnya sang anak yang baru saja melahirkan. ( 05/05/2025)
Dengan nada tinggi, pria tersebut berulang kali menyatakan bahwa kematian anaknya disebabkan oleh kelalaian RSUD Karawang. “Kan sudah bilang anak saya meninggal karena kelalaian rumah sakit Karawang, cuma itu!” ujarnya dalam video yang direkam oleh seseorang di lokasi kejadian.
Ketika ditanya mengenai kronologi kejadian, pria tersebut enggan menjelaskan secara rinci. Ia mengatakan akan menceritakan semuanya jika “para bedebah a**jk” turun tangan. Namun, ia sempat menyinggung bahwa status BPJS kelas 2 yang dimilikinya membuat anaknya diperlakukan tidak manusiawi. “Ini karena saya pakai BPJS kelas 2, anak saya diperlakukan kurang manusiawi, dan kalau manusiawimah, anak saya tidak mungkin meninggal,” ungkapnya dengan nada geram.
Pria yang mengaku telah membaca lebih dari 12 jurnal dan berlatar belakang kesehatan ini juga mengungkapkan bahwa anaknya hanya dirawat selama tiga jam sebelum akhirnya meninggal dunia. “Anak saya cuma dirawat 3 jam dan meninggal di sini. Begini Pak, udah membaca 12 jurnal lebih, saya juga orang kesehatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa seorang dokter bernama Alam mengakui bahwa kejadian tersebut sebenarnya bisa ditolong saat bertemu dengannya. “Dan dokter Alam mengakui bahwa kejadian ini sebenarnya bisa ditolong, waktu bertemu dengan saya,” katanya. Namun, ia menyayangkan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) di rumah sakit sehingga nyawa anaknya tidak tertolong. “Tapi mana kenyataannya, karena di sini SDM-nya kurang, akhirnya tidak bisa menolong anak saya.”
Saat kembali ditanya mengenai detail kejadian yang sebenarnya, pria tersebut bersikukuh tidak akan menjelaskannya sebelum “para bedebah a**jk” turun tangan.
Selain menyoroti dugaan kelalaian pelayanan, pria tersebut juga menyesalkan adanya denda BPJS yang dikenakan padahal anaknya telah meninggal dunia. “Anak saya juga udah meninggal tapi masih kena denda juga, saya demo ke BPJS sendiri baru tuh hilang dendanya,” ungkapnya dengan nada kesal.
Ia pun meluapkan kekecewaannya terhadap sistem yang dianggap tidak berpihak padanya. “Kan kurang gila gimana nih negara, Bapak kan belanja dipajak keur ngagajih para bedebah, tapi didenda keneh, ieu negara apa penjajah sih?” pungkasnya dengan nada emosional.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak RSUD Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait video viral dan tudingan pelayanan buruk yang menyebabkan pasien meninggal dunia tersebut. ( Red )
Sumber : Tiktok Info Karawang