Kisah Inspiratif dari Kampus Uniga: Yusuf Ibrahim, Pemuda Penjual Kue Keliling yang Gigih Biayai Kuliah dan Keluarga

waktu baca 2 menit
Senin, 14 Apr 2025 03:32 0 551 REDAKSI

Garut, inspirasirakyat.id  – Di tengah hiruk pikuk aktivitas perkuliahan di Kampus 1 Universitas Garut (Uniga), sosok Januari Yusuf Ibrahim (24) menjadi pemandangan yang tak asing. Pemuda asal Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut ini terlihatSumringah menjajakan aneka kue dagangannya dari satu sudut kampus ke sudut lainnya. Bukan tanpa alasan, berjualan kue keliling ini menjadi pelita bagi Januari untuk membantu perekonomian keluarganya sekaligus membiayai pendidikannya. (14/04/2025)

Pemandangan akrab terlihat saat tim kami menyambangi Januari di tengah kesibukannya berjualan pada Selasa (21/1) lalu. Mahasiswa Uniga tampak sudah familiar dengan sosok penjual kue ramah ini. Sambil bercanda dan bertukar sapa, tak sedikit mahasiswa yang menghampiri gerobak sederhana Januari untuk membeli kue-kue lezat buatannya.

“Jualan setiap hari, paling Minggu doang yang libur,” ungkap Januari dengan senyum tulus di wajahnya.

Lebih lanjut, Januari bercerita bahwa hasil dari jerih payahnya berjualan kue digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup, termasuk biaya kuliahnya. “Jadi ya gimana buat kebutuhan juga buat bayar kuliah juga buat sehari-hari juga,” tuturnya dengan nada penuh semangat.

Ketekunan Januari membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Dalam sehari, ia mampu meraup omzet hingga Rp100 ribu, dengan keuntungan bersih sekitar Rp80 ribu. Sebuah angka yang cukup signifikan untuk membantu meringankan beban orang tuanya dan memuluskan jalannya menuntut ilmu.

Siapa sangka, profesi yang kini ia jalani dengan tekun ini bermula dari dorongan orang tuanya. “Tadi ini memang rada di gimana nya, nggak inisiatif sendiri kan, jadi disuruh dulu orang tua gitu. Ngebantu dulu orang tua, tapi dipikir-pikir, oh yaudah emang nggak apa-apa, bismillah aja dulu,” kenang Januari.

Awalnya, rasa malu sempat menghinggapi hatinya. Namun, seiring berjalannya waktu dan melihat dampak positif dari pekerjaannya, rasa malu itu sirna berganti dengan rasa syukur dan semangat. “Emang pertama-pertama emang malu. cuma ke sini-sini ya Alhamdulillah hampir 13 tahun jualan kayak gini,” pungkasnya dengan nada bangga.

Kisah Januari Yusuf Ibrahim ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya para mahasiswa. Di tengah tantangan ekonomi, semangat pantang menyerah dan kemauan untuk berusaha keras menjadi kunci untuk meraih impian. Januari membuktikan bahwa dengan kegigihan dan keuletan, keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus maju dan memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan keluarga. Kehadirannya di Kampus Uniga bukan hanya sekadar penjual kue, namun juga simbol semangat dan harapan. ( Red )

Sumber : IG/ Radar Gari

Related Posts: