Kado Hardiknas, Temuan Hasil SPI Pendidikan 2024, Menyontek dan Plagiarisme Masih Merebak di Sekolah dan Kampus

waktu baca 2 menit
Jumat, 2 Mei 2025 02:37 0 559 admin

Jakarta, inspirasirakyat.id – Nilai-nilai integritas yang seharusnya tumbuh di lingkungan pendidikan, dari sekolah hingga kampus, justru menghadapi tantangan serius. Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (24/4) mengungkap fakta memprihatinkan terkait kejujuran akademik di Indonesia. ( 02/05/2025)

Survei yang melibatkan 36.888 satuan pendidikan dan 449.865 responden di 38 provinsi ini menunjukkan Indeks Integritas Pendidikan 2024 berada di angka 69,50, level ‘Korektif’. Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, mengungkapkan bahwa kasus menyontek masih ditemukan di 78% sekolah dan 98% kampus responden.   

“Berdasarkan survei, kasus menyontek masih terjadi pada mayoritas sekolah dan kampus,” ujar Wawan.

Selain itu, survei juga mencatat 43% responden melaporkan praktik plagiarisme di kampus dan 6% di sekolah. Ketidakdisiplinan akademik juga menjadi masalah, dengan 45% siswa dan 84% mahasiswa mengaku pernah terlambat. Bahkan, 69% siswa dan 96% mahasiswa melaporkan adanya guru atau dosen yang terlambat hadir.

“Di 96% kampus dan 64% sekolah responden, ditemukan dosen dan guru yang tidak hadir tanpa alasan jelas,” tambah Wawan.

Menanggapi temuan ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyatakan bahwa hasil SPI 2024 akan menjadi dasar evaluasi dan transformasi pendidikan. Ia menekankan empat langkah konkret: penguatan budaya akademis, peningkatan kapasitas SDM, reformasi tata kelola perguruan tinggi, dan kolaborasi dengan KPK dalam pendidikan antikorupsi.

“Kami akan berkolaborasi dengan KPK untuk pengembangan pendidikan antikorupsi melalui pendekatan berbasis kesadaran, partisipasi, nilai, kepatuhan, dan manajemen risiko,” pungkas Stella. ( Red )

Sumber : KPK.go.id

Related Posts: