Insiden Penganiayaan Satpam RS Mitra oleh Keluarga Pasien, Pelaku Teridentifikasi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 5 Apr 2025 09:02 0 583 REDAKSI
FOTO : Detik.com/DOK.Istimewa

Bekasi,inspirasirakyat.id_Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota telah mengidentifikasi pelaku penganiayaan terhadap seorang petugas keamanan (satpam) Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi, yang terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025. Pelaku diketahui merupakan anggota keluarga pasien yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut (05-04-2025)

Insiden ini bermula ketika korban, S, menegur pelaku terkait parkir kendaraan yang tidak sesuai prosedur dan penggunaan knalpot bising di area Instalasi Gawat Darurat (IGD). Teguran tersebut memicu respons agresif dari pelaku, yang kemudian melakukan kekerasan fisik terhadap korban.

“Pelaku, yang lahir pada tahun 2000, telah teridentifikasi sebagai anggota keluarga pasien. Tindakan kekerasan ini dipicu oleh ketidakpuasan pelaku atas teguran yang diberikan oleh korban terkait pelanggaran tata tertib rumah sakit,” ungkap Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Bekasi Selatan, Ajun Komisaris Polisi Imam Prakoso.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami kondisi kritis dan harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU selama empat hari. Saat ini, kondisi korban dilaporkan stabil.

Kuasa hukum korban, Subadria Nuka dan Stein Siahaan, menyayangkan tindakan pelaku dan keluarga yang tidak menunjukkan itikad baik untuk meminta maaf. “Kami sangat menyesalkan tindakan kekerasan ini, terlebih lagi keluarga pelaku tidak menunjukkan penyesalan atau upaya permintaan maaf setelah kejadian,” ujar Stein Siahaan.

Pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi telah memberikan dukungan penuh terhadap proses hukum yang sedang berjalan, termasuk menyediakan rekaman CCTV dan bukti-bukti lain yang diperlukan oleh penyidik. “Kami berkomitmen untuk mendukung penuh proses hukum dan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan di lingkungan rumah sakit,” tegas manajemen RS Mitra Keluarga Bekasi.

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. (RES/SA)

SUMBER: DETIK.COM

Related Posts: