Purwakarta.Inspirasirakyat.id// Di balik hembusan sang saka merah putih yang melambai anggun pada peringatan 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, bertaut sebuah momentum monumental yang menyinari relung spiritual bangsa.
Ir. Zaenal Abidin, MP. Tokoh Kabupaten Purwakarta mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 81 mengajak bersatu berdaulat, rakyat sejahtera Indonesia Maju (17/8/2026)
Kemerdekaan adalah Anugerah luar biasa dari Allah SWT .Mari kita isi kemerdekaan ini dengan iman,ilmu, akhlak, dan karya untuk kemuliaan bangsa dan Negeri ujarnya
Dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pertemuan dua momentum bersejarah ini menjadi panggung refleksi megah, memanggil seluruh elemen bangsa untuk memaknai ulang hakikat kebebasan, ilmu, dan martabat kehidupan.
Kemerdekaan Indonesia tak lagi sekadar dibaca sebagai catatan sejarah perjuangan fisik, melainkan sebuah anugerah ilahi yang menuntut pertanggungjawaban peradaban. Syukur tak lagi dicukupkan dalam seremoni megah dan gempita perayaan, melainkan diwujudkan dalam sintesis yang utuh.
Iman yang kokoh, ilmu yang meluas, serta akhlak yang melangit.
Dalam tatanan kebangsaan yang bernilai tinggi, Islam menempatkan ilmu sebagai pilar utama kedaulatan. Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang dahaga akan pengetahuan, sebagaimana doa yang diajarkan kepada Rasulullah SAW:
«رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا»
”Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.” (QS. Thaha: 114)
Keluhuran suatu bangsa tidak diukur dari sekadar kemegahan fisik, melainkan dari derajat ketaqwaan dan intelektualitas warga negaranya. Janji kemuliaan itu terpatri abadi dalam firman-Nya.
”Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Menempuh jalan ilmu adalah manifestasi tertinggi dari patriotisme modern. Sebagaimana ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim No. 2699).
Ilmu menjadi kompas yang menuntun keberanian menuju kejayaan masa depan.jelasnya Ir. Zaenal Abidin, MP.
“Namun, ilmu tanpa kedalaman jiwa hanya akan melahirkan kesombongan. Di sinilah letak kebijaksanaan Tahu Diri sebagai inti dari karakter bangsa yang adiluhung.”
Tahu diri bukanlah bentuk kerdilnya jiwa, melainkan kejujuran intelektual dan spiritual. Mengenali kekurangan untuk ditempa menjadi kekuatan. Mengakui kelebihan untuk dipersembahkan bagi kemaslahatan publik.
Menyadari potensi diri demi mengukir karya nyata bagi nusa dan bangsa.
Merdeka Hakiki Membebaskan Jiwa, Memuliakan Kehidupan.
Meneladani pergerakan “ala Rasulullah SAW”, kemerdekaan Indonesia pada usianya yang ke-81 ini bertransformasi menjadi gerak kebangkitan yang utuh.
” Kemerdekaan sejati adalah kedaulatan jiwa, kemampuan untuk membebaskan diri dari belenggu kebodohan, keterbatasan, kesombongan, dan ketidakberdayaan. Pungkasnya.
Teguh Brawijaya