“Saya Tandai Kalian Semua!” Amuk Dedi Mulyadi Buru Pemburu Macan Tutul Sanggabuana

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Jan 2026 14:54 0 107 admin

Karawang,Inspirasirakyat.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap praktik perburuan macan tutul di kawasan Gunung Sanggabuana. Bahkan dengan sangat keras melalui unggahan video di media sosial instagramnya, Dedi memberikan peringatan kepada para pelaku.

“Saya tandai kalian semua!” tulisnya.

Ia memastikan, setiap pelaku perburuan satwa dilindungi akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku, tanpa pengecualian.

Penegasan itu disampaikan menyusul terungkapnya aktivitas perburuan liar melalui rekaman kamera trap di kawasan tersebut. Dalam video itu, tampak sejumlah pemburu membawa senjata laras panjang dan menggunakan anjing pelacak. Bahkan, para pelaku diketahui sempat merusak alat pemantau yang dipasang untuk mengawasi pergerakan satwa. Wajah para pemburu pun terekam dengan jelas.

Dedi mengapresiasi langkah cepat aparat penegak hukum yang berhasil mengidentifikasi dan menangkap para pelaku. Namun di sisi lain, ia menyoroti lemahnya pengawasan di kawasan konservasi yang memungkinkan perburuan liar masih terjadi. Menurutnya, penguatan personel, pengawasan berlapis, serta penindakan yang konsisten harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang.

Ia menilai perburuan satwa dilindungi bukanlah tindakan tunggal, melainkan bagian dari rangkaian perilaku manusia yang merusak keseimbangan alam. Selain perburuan liar, pembabatan hutan dan alih fungsi lahan juga menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup satwa liar di Jawa Barat.

“Kita ini punya beragam perilaku yang sama-sama merusak alam. Ada yang membabat hutan, ada yang mengalihfungsikan lahan, dan ada pula yang berburu satwa dilindungi sampai menyebabkan hewan itu terluka, cacat, dan akhirnya tidak mampu bertahan hidup,” ujar Dedi.

Ia mencontohkan kasus macan tutul di Gunung Sanggabuana yang menjadi korban perburuan. Satwa yang terluka akibat ulah manusia, kata Dedi, pada akhirnya kehilangan kemampuan mencari makan dan mati secara perlahan di habitatnya sendiri.

Lebih jauh, Dedi menegaskan bahwa kawasan pegunungan seperti Gunung Sanggabuana memiliki peran vital sebagai penyangga kehidupan. Oleh karena itu, perlindungan tidak boleh hanya terbatas pada tutupan hutan, tetapi juga mencakup seluruh ekosistem dan satwa yang hidup di dalamnya.

Red: Jiovanny.k

Related Posts: