Saat Seragam Hijau dan Sarung Menyatu: Pesan Mendalam Dandim Tasikmalaya di Ponpes Idrisiyyah

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Apr 2026 11:41 0 18 admin

TASIKMALAYA,Inspirasirakyat.id//Aula Pondok Pesantren Idrisiyyah mendadak riuh dengan semangat nasionalisme yang membara. Bukan oleh derap langkah baris-berbaris, melainkan melalui untaian kalimat inspiratif dari Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han.
Di hadapan ratusan pasang mata santri yang antusias, Jumat (3/4/2026), sang perwira menengah TNI ini tidak hanya membawa misi keamanan, tetapi juga membawa pesan tentang cinta—cinta pada tanah air yang berakar pada keteguhan iman.

Santri,Garda Terdepan, Bukan Penonton
Letkol M. Imvan Ibrahim menegaskan bahwa santri bukan sekadar penonton dalam panggung sejarah bangsa. Ia membedah peran vital generasi muda pesantren sebagai benteng pertahanan ideologi negara.

“Santri harus menjadi teladan. Di pundak kalian, nilai-nilai persatuan dan toleransi bukan hanya dihafal, tapi harus mendarah daging. Kalian adalah garda terdepan NKRI,” ujar Dandim dengan nada tegas namun bersahabat.

Ada pemandangan unik saat sesi berlangsung. Dandim tak hanya berbicara soal bela negara dari perspektif militer, namun justru masuk ke ranah spiritual dengan mengulas sejarah para nabi. Ia menarik garis lurus antara sifat Shiddiq (jujur) dan Amanah (terpercaya) dengan karakter warga negara yang ideal.

Ia mengajak para santri meneladani kesabaran dan keteguhan iman para nabi untuk diaplikasikan dalam pengabdian kepada bangsa. Baginya, menjadi umat beragama yang baik adalah fondasi untuk menjadi warga negara yang hebat.

Pertemuan ini seolah mendobrak sekat, membuktikan bahwa sinergi antara TNI dan pesantren adalah kekuatan besar bagi pertahanan bangsa.

Kegiatan ini meninggalkan pesan kuat, bahwa kecerdasan intelektual dan spiritual harus berjalan beriringan dengan nasionalisme yang kokoh. Di tangan generasi yang berakhlak mulia dan berwawasan luas inilah, masa depan Indonesia diparuh.
Acepfebri

Related Posts: