Ribuan Pendemo Kepung Gedung Putih, Tuntut Pemecatan Elon Musk dan Tolak Kebijakan Ekonomi Trump

waktu baca 2 menit
Minggu, 6 Apr 2025 07:05 0 703 REDAKSI

Internasional, inspirasirakyat.id– Suasana di sekitar Gedung Putih pada hari Sabtu, 5 April 2025, memanas dengan ribuan demonstran turun ke jalan menyuarakan protes terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump. Aksi unjuk rasa yang diperkirakan menjadi yang terbesar sejak Trump menjabat pada 20 Januari 2025 lalu ini, diinisiasi oleh sekitar 150 kelompok dan berlangsung serentak di Washington D.C. serta berbagai negara bagian di Amerika Serikat.(06/04/2025)

Para demonstran membawa berbagai spanduk dan pamflet yang mengecam kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berujung pada pemecatan sejumlah pegawai kementerian dan badan federal. Sasaran utama kemarahan mereka adalah Elon Musk, yang saat ini menjabat sebagai kepala efisiensi pemerintah AS. Sebagian besar demonstran yang kontra terhadap Trump menuding Musk sebagai dalang di balik kebijakan kontroversial tersebut. Mereka menyerukan agar Trump segera mencopot Musk dari jabatannya.

Selain isu efisiensi anggaran dan pemecatan pegawai, demonstrasi ini juga menyoroti pemberlakuan tarif bea masuk yang signifikan, berkisar antara 15 hingga 50 persen untuk berbagai barang impor. Para pengunjuk rasa menilai kebijakan ini telah menyebabkan lonjakan harga barang-barang impor di Amerika Serikat. Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena dampak kebijakan ini, dengan dikenakan tarif sebesar 32 persen untuk barang-barang yang masuk ke AS.

Kemarahan warga AS juga dipicu oleh sejumlah isu lain, termasuk kekhawatiran terkait jaminan sosial, masalah pendidikan, serta memburuknya hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara mitra akibat kebijakan Donald Trump. Hal ini dinilai oleh para demonstran sangat merugikan kepentingan warga negara AS.

Menanggapi gelombang unjuk rasa ini, pihak Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga jaminan sosial, Medicare, dan Medicaid bagi seluruh warga Amerika Serikat. Namun, pernyataan tersebut tampaknya belum mampu meredam amarah para demonstran yang terus memadati jalan-jalan di sekitar Gedung Putih dan berbagai kota lainnya di AS.

Aksi demonstrasi besar-besaran ini menjadi indikasi kuat adanya gelombang ketidakpuasan publik terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Presiden Donald Trump dalam beberapa bulan terakhir. Situasi ini diprediksi akan terus berkembang dan menjadi tantangan besar bagi kepemimpinan Trump ke depan. ( Red )

Related Posts: