Karawang, inspirasirakyat.id – Mimpi warga Karawang untuk terbebas dari horor kemacetan panjang di perlintasan kereta api Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur, sebentar lagi menjadi kenyataan. Proyek pembangunan Underpass Gorowong dilaporkan telah mencapai progres signifikan, bahkan diklaim sudah menembus di bawah rel kereta api!
Berdasarkan laporan terbaru, pembangunan Underpass Gorowong telah mencapai progres 51% dan terus dikebut oleh Pemerintah Kabupaten Karawang. Proyek ini diinisiasi untuk mengatasi kemacetan parah yang sering terjadi akibat antrean kendaraan di perlintasan sebidang yang kerap tertutup saat kereta melintas.

Perlintasan Gorowong di Jalan Surotokunto merupakan salah satu titik kemacetan terparah di Karawang. Penutupan perlintasan ini sejak awal Agustus 2025 untuk memulai konstruksi memang sempat menimbulkan ketidaknyamanan, namun hal tersebut adalah langkah vital menuju kelancaran lalu lintas yang permanen.
“Proyek ini adalah solusi jangka panjang. Kami memohon kesabaran dan dukungan masyarakat karena Underpass Gorowong akan menjadi urat nadi baru yang membuat Karawang lebih lancar,” ujar perwakilan dari Pemkab Karawang.
Anggaran sekitar Rp 15 miliar telah dialokasikan untuk proyek ambisius ini. Proses konstruksi melibatkan teknik pengeboran bore pile dan penggalian yang intensif. Kabar terbaru yang beredar di media sosial bahkan menyebutkan bahwa jalan terowongan sudah berhasil “menembus” di bawah lintasan rel, sebuah capaian teknis yang dinanti-nanti.
Meskipun progresnya cepat, beberapa warga setempat sempat menyuarakan permintaan agar pembangunan tidak lamban. Menanggapi hal ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang memastikan proyek akan rampung tepat waktu dan berjalan dengan pendampingan hukum yang transparan.
Jika Underpass Gorowong rampung, akses dari dan menuju Karawang Timur akan jauh lebih mulus, mengurangi risiko kecelakaan, dan memangkas waktu tempuh yang selama ini terbuang sia-sia di palang pintu kereta.
warga sangat menanti nanti akan proyek underpass ini rampung sesuai dengan yang ditargetkan pada akhir tahun 2025 selesai. (Red/febri)