Insiden Tragis di OKU Timur: Seorang Anak Tembak Ibu Kandung Hingga Tewas dipicu akibat uang Rp3 Juta

waktu baca 2 menit
Jumat, 25 Apr 2025 09:33 0 453 REDAKSI

Sumatera Selatan, inspirasirakyat.id – Kabar duka dan mengerikan datang dari OKU Timur! Seorang mahasiswa berusia 23 tahun, dengan inisial GW, diduga melakukan tindakan keji yang tak terbayangkan. Warga Desa Bangun Rejo, Belitang II ini, tega menembak ibu kandungnya sendiri hingga meregang nyawa pada Kamis (24/4/2025) siang. Ironisnya, korban yang bernama Hely Febriyanti (50) adalah seorang Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Bangun Rejo. (25/04/2025)

Peristiwa berdarah ini terjadi di rumah korban sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, korban baru saja pulang dari menghadiri pesta pernikahan warga dan berencana melanjutkan agenda pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di kantor desa.

Menurut keterangan kepolisian, akar dari tragedi ini adalah masalah uang sebesar Rp3 juta. GW meminta uang tersebut kepada ibunya yang baru saja menerima pembayaran utang. Namun, permintaan itu ditolak, hingga memicu pertengkaran sengit di dalam kamar.

Dalam kondisi kalap, GW nekat mengambil senjata api rakitan peninggalan almarhum ayahnya. Ia bahkan mengancam akan bunuh diri. Ketika sang ibu berusaha menenangkan dan merebut senjata itu, tak disangka, pelatuk tertarik dan peluru mengenai paha korban.

Hely Febriyanti sempat dilarikan ke Puskesmas Purwodadi dan kemudian dirujuk ke RS Charitas. Namun, takdir berkata lain, luka tembak yang parah merenggut nyawanya.

Kapolsek Belitang II, AKP Johan Syafri, memastikan bahwa pelaku telah berhasil diamankan. Pihak kepolisian kini tengah bekerja keras mendalami motif sebenarnya di balik tindakan brutal ini, serta mencari tahu asal-usul senjata api rakitan yang digunakan. Sejumlah barang bukti, termasuk senjata api, pakaian korban, dan rekaman CCTV dari lokasi kejadian, telah disita untuk membantu proses penyelidikan.

Kasus ini sontak menjadi sorotan publik, mengingat pelaku dan korban memiliki hubungan darah dan status sosial yang cukup dikenal. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu mengedepankan cara damai dalam menyelesaikan setiap permasalahan keluarga, demi menghindari tragedi serupa yang tak diinginkan. (RED/AL)

Sumber : Tribun Sumsel

 

Related Posts: