GASAK NTB Kritik Parpol: Caleg Gagal Sering Tak Dapat Kompensasi Suara

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Jul 2026 13:36 0 22 REDAKSI

Lombok Timur, NTB, inspirasirakyat.id — Gerakan Advokasi Strategis Analisis Kebijakan Publik (GASAK) NTB mengkritik partai politik yang dinilai mengabaikan caleg DPR/DPRD yang tidak terpilih pada Pileg 2024, meski suara mereka ikut menentukan lolosnya partai ke parlemen.

Ketua Bidang Politik dan Kebijakan Publik GASAK NTB, Anwar, menyebut partai politik cenderung hanya mengurus caleg yang menang, sementara caleg gagal dan basis pemilihnya ditinggalkan begitu saja.

“Setelah kontestasi selesai, parpol hanya fokus pada caleg yang menang. Caleg yang tidak terpilih beserta suara konstituennya seolah dicampakkan. Ini bentuk ketidakadilan organisasi,” kata Anwar di Selong, Kamis (2/7/2026).

GASAK NTB menyoroti tiga masalah utama:

1. Kompensasi suara bagi caleg gagal sering mandek meski ada instruksi DPP partai untuk memberikannya.

2. Komunikasi dengan konstituen terputus karena caleg gagal tidak difasilitasi merawat basis massanya.

3. Kontribusi caleg gagal terhadap perolehan kursi partai kerap tidak diakui, padahal kursi yang didapat caleg terpilih adalah hasil akumulasi suara satu dapil.

Anwar mengingatkan, pola relasi transaksional semacam ini bisa memperparah apatisme publik terhadap partai politik.

“Jangan sampai parpol hanya datang mengemis suara saat pemilu, lalu habis manis sepah dibuang. Kalau pola ini terus dipertahankan, publik akan makin apatis terhadap partai politik,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil investigasi tim GASAK NTB ke sejumlah caleg gagal menemukan keluhan yang seragam: tidak ada kompensasi, meski DPP masing-masing partai sebenarnya sudah menginstruksikannya. Anwar juga menyinggung soal hibah Kesbangpol yang diterima partai berdasarkan akumulasi suara, yang menurutnya semestinya turut memperhitungkan kontribusi caleg yang gagal.

GASAK NTB mendesak pimpinan partai politik, terutama di Lombok Timur, mengevaluasi kebijakan internal dan membuat mekanisme kompensasi yang transparan dan adil bagi seluruh caleg.

“Jangan zalim, hargai keringat mereka,” tutup Anwar.

red

Related Posts: