Disrupsi Gender dan Politik Afektif di Desa Kertajaya

waktu baca 2 menit
Selasa, 15 Sep 2026 12:46 0 27 Teguh Brawijaya

Karawang, Inspirasirakyat.id//​Kontestasi Pemilihan Kepala Desa Kertajaya Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang periode 2026–2034 tidak lagi sekadar perayaan demokrasi elektoral rutin, melainkan arena pergeseran paradigma kepemimpinan di tingkat akar rumput.

Kehadiran Rohati Ati sebagai figur putri daerah menandai konsolidasi arah baru politik lokal yang berani menantang dominasi maskulinitas tradisional.
(15/9/2026)

​Politik Afektif dan Penataan Etika Tata Kelola.

Penggunaan slogan “Emak Aing… Pilihan Kita” memproyeksikan strategi politik afektif yang terukur. Pendekatan ini secara taktis meruntuhkan jarak institusional antara pemegang otoritas dan warga, mereduksi kaku birokrasi menjadi relasi sosial yang mengayomi.

Konstruksi figur maternal tersebut diperkuat oleh tiga pilar etis—”Jujur, Bersih, Baik Hati”—yang hadir sebagai antitesis terhadap pragmatisme politik serta stereotip tata kelola publik yang dehumanis.

​Sintesis Legitimasi Birokrasi dan Rekam Jejak

Dukungan H. Sapya, mantan Kepala Desa sekaligus purna tugas Pegawai Negeri Sipil, memberikan bobot legitimasi teknokratis pada gagasan perubahan ini.

Persilangan antara pengalaman kepemimpinan desa terdahulu dan pemahaman mendalam atas regulasi birokrasi menghasilkan fondasi institusional yang matang. Kemitraan strategis ini menawarkan kontinuitas penataan tatanan desa secara terstruktur, rasional, dan akuntabel.

​Momentum Historis Kepemimpinan Inklusif

Tampilnya kandidat perempuan pertama sepanjang sejarah Desa Kertajaya melampaui sekadar simbolisme keterwakilan. Pencalonan ini menjadi momentum untuk mendefinisikan ulang arah pembangunan desa melalui pendekatan yang lebih humanistis, responsif, dan berorientasi jangka panjang demi mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera secara berkelanjutan.
Teguh Brawijaya

Related Posts: