GEGER KARAWANG Warga Kangen Jalan Mulus, Kontraktor Malah Buntung! Uang ‘Koordinasi’ Diduga Sandera Pengaspalan di Puseurjaya, Kasusnya Meluncur ke Polres!

waktu baca 2 menit
Senin, 14 Sep 2026 03:02 0 96 Teguh Brawijaya

Karawang, Inspirasirakyat. Id//​Siapa yang tak mendambakan akses jalan desa yang halus dan nyaman dilintasi? Sayangnya, harapan warga Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, harus berhadapan dengan kenyataan pahit yang bikin elus dada.

​Niat baik membenahi fasilitas publik diduga kuat terganjal oleh praktik tak terpuji oknum yang tega memanfaatkan momen demi keuntungan sepihak.
​Material Aspal Mengeras, Tekanan Pungli Memanas.

​Pihak kontraktor melalui kuasa hukumnya, Fajar Ramadhan yang akrab disapa Ustad Beton kini tak lagi tinggal diam. Mereka bersiap membawa sekoper dokumen pendukung terkait dugaan pemerasan ini ke markas Polres Karawang.(14/9/2026)

​Kisah di balik layar proyek ini sungguh memprihatinkan. Para pekerja di lapangan dikejar waktu karena karakter material aspal panas yang amat sensitif: jika tidak segera digelar, kualitas aspal turun dan jalanan cepat rusak.

​Namun di tengah pacuan waktu dan niat menjaga mutu itu, giliran upeti yang menekan dari kiri-kanan:
​Awalnya diminta Rp7,5 juta per titik pengerjaan.

​Sempat ditawar hingga Rp2 juta demi menjaga rasio modal, tetapi ditolak mentah-mentah.

​Dikunci mati di angka minimal Rp4 juta per titik tanpa ada ruang negosiasi lagi.
​”Kalau tidak diberikan, pekerjaan tidak bisa berjalan dan harus menyelesaikan uang koordinasi terlebih dahulu.

Sementara aspal harus segera digelar,” tegas Fajar menggambarkan betapa terjepitnya posisi kontraktor di bawah ancaman pembatalan kerja.

​Hak Warga Karawang Yang Dipertaruhkan.
​Ini bukan sekadar soal nominal rupiah yang melayang dari kantong pelaksana proyek, melainkan tentang rasa keadilan sosial dan keselamatan warga.

​Setiap rupiah yang disedot oleh oknum tak bertanggung jawab pada akhirnya berisiko mengikis kualitas fisik jalan. Padahal, jalanan tersebut saban hari dilintasi anak-anak berangkat sekolah, para pedagang kecil yang mengadu nasib, hingga warga lansia yang membutuhkan akses kesehatan.

​Apakah layak hak publik akan infrastruktur yang layak terus-menerus dikorbankan demi melanggengkan budaya “uang permisi” di tingkat lokal?
​Bagaimana pendapat baraya Karawang melihat kejadian ini?
Nara sumber
​#InfoKarawang #KabarKarawang #Puseurjaya #TelukjambeTimur #BongkarPungli #InfrastrukturKarawang #UsutTuntas
Slamet Riyadi

Related Posts: