CIAMISinspirasirakyat.id– Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Komisariat 1 Ciamis kembali digelar dengan suasana yang jauh lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bertempat di salah satu sekolah di Ciamis, ajang tahunan ini menjadi panggung kreativitas bagi ratusan siswa dari puluhan sekolah yang berkompetisi dalam berbagai cabang seni dan sastra.
Ketua Pelaksana FLS3N Komisariat 1, Dani, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini memiliki perbedaan signifikan. Jika sebelumnya kompetisi ini hanya berfokus pada bidang seni, kali ini bidang sastra dari mata pelajaran Bahasa Indonesia resmi disatukan dalam satu rangkaian besar.
“Tahun ini sangat berbeda. Sekarang kita sebut FLS3N, di mana tambahan angka ‘3’ itu mewakili unsur Sastra. Ada tambahan dua mata lomba baru, yaitu mendongeng dan menulis cerita pendek,” ujar Dani saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Peningkatan Partisipasi dan Cabang Lomba
Tercatat sebanyak 24 sekolah, baik negeri maupun swasta, mengirimkan perwakilan terbaik mereka untuk bertanding. Dani menjelaskan bahwa tahun lalu mereka hanya menggelar enam mata lomba karena petunjuk teknis (juknis) untuk Bahasa Indonesia belum tersedia di tingkat komisariat. Namun, tahun ini Komisariat 1 tancap gas dengan menghadirkan 8 mata lomba sekaligus:
Ilustrasi
Tari Kreasi
Musik Tradisional
Ensembel Campuran
Vokal Solo (Cabang dengan peminat terbanyak)
Mendongeng (Baru)
Menulis Cerita (Baru)
Pantomim
Membangkitkan Kembali Seni Tradisi
Salah satu misi besar Dani pada tahun ini adalah mendongkrak minat siswa pada seni kelompok yang selama ini minim peserta. Ia memberikan perhatian khusus pada cabang Musik Tradisional dan Ensembel Campuran.
“Biasanya Ensembel atau Musik Tradisi itu sepi, hanya 3 atau 4 sekolah yang ikut. Tapi alhamdulillah, berkat sosialisasi ke guru-guru seni budaya, tahun ini peserta Ensembel naik jadi 6 sekolah dan Musik Tradisi jadi 5 sekolah. Ini progres yang luar biasa,” tambahnya dengan optimis.
Target Juara Kabupaten
Optimisme Dani bukan tanpa alasan. Berkaca pada prestasi tahun lalu, Komisariat 1 berhasil membawa pulang gelar juara 1 di tingkat kabupaten untuk cabang musik tradisi. Tahun ini, ia menargetkan Komisariat 1 dapat kembali mendominasi dan mengirimkan wakil-wakil terbaik untuk mengharumkan nama Ciamis di level yang lebih tinggi.
Menutup wawancara, Dani memberikan pesan penyemangat bagi seluruh peserta yang sedang berjuang. Ia meminta para siswa untuk fokus pada kemampuan diri sendiri dan tidak merasa terintimidasi oleh lawan.
“Tetap semangat, jangan down melihat kemampuan orang lain. Optimis saja, kalian pasti bisa!” pungkasnya.
Dengan semangat kreativitas yang membara, FLS3N Komisariat 1 diharapkan bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang bagi generasi muda Ciamis untuk mengekspresikan jati diri dan melestarikan kekayaan budaya bangsa.
Acepfebri