Karawang Membara! 20.000 Massa APDESI Siap Kepung PT Pertiwi Lestari Besok

waktu baca 2 menit
Minggu, 5 Apr 2026 12:53 0 279 admin

KARAWANG, inspirasirakyat.id– Wajah dunia investasi di Kabupaten Karawang diprediksi akan mencekam besok, Senin, 6 April 2026. Aliansi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Jawa Barat dipastikan bakal menumpahkan kemarahan mereka di depan gerbang PT Pertiwi Lestari yang berlokasi di Kawasan Industri Trans Heksa.

Bukan sekadar gertakan, DPD  APDESI JABAR “Merah Putih” telah melayangkan surat pemberitahuan aksi kepada Kepolisian Daerah Jawabarat, dengan estimasi massa mencapai 20.000 orang. Gelombang massa ini merupakan akumulasi dari amarah para aparatur desa yang merasa martabatnya diinjak-injak oleh arogansi korporasi.

Ledakan massa ini bermula dari insiden memuakkan yang terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026. Alih-alih menyambut niat baik Pemerintah Desa Wanasari untuk berdialog mengenai kejelasan aset desa, pihak keamanan PT Pertiwi Lestari justru mempertontonkan aksi premanisme yang brutal.

Berdasarkan data yang dihimpun redaksi, kronologi keangkuhan perusahaan ini tercatat sangat rapi:

  1. Surat Resmi Diabaikan: Dua surat resmi dari Pemdes Wanasari tidak digubris, seolah aturan birokrasi desa hanyalah “sampah” di mata perusahaan.

  2. Sambutan Represif: Saat Kades Wanasari, H. Sukarya WK, datang secara sopan untuk menjemput bola, ia justru disambut oleh otot, bukan otak.

  3. Korban Anak di Bawah Umur: Aksi pemukulan oleh oknum keamanan perusahaan tidak hanya menyasar staf desa, tetapi secara keji juga melukai putra Kades yang masih di bawah umur.

Ketua DPD APDESI Jawa Barat menegaskan bahwa aksi “Kepung Pertiwi Lestari” adalah bentuk solidaritas tanpa batas.

“Kami datang bukan untuk meminta sumbangan, kami datang untuk menuntut harga diri. Jika seorang Kepala Desa dan keluarganya saja bisa dianiaya di wilayah hukumnya sendiri, lantas siapa lagi yang aman dari kesewenang-wenangan korporasi ini?” tegas salah satu pengurus APDESI.

Aksi besok bukan hanya menuntut kejelasan aset desa yang selama ini tertutup rapat, tetapi juga menuntut pertanggungjawaban hukum yang berat atas tindakan penganiayaan tersebut.

Kehadiran 20.000 massa diprediksi akan melumpuhkan aktivitas di Kawasan Industri Trans Heksa dan sekitarnya. Pihak kepolisian diharapkan mampu bertindak tegas terhadap pemicu konflik, bukan justru melindungi pihak yang memicu api kerusuhan dengan tindakan premanisme.

Dunia investasi di Karawang kini berada di titik nadir. Jika PT Pertiwi Lestari tetap memelihara pola komunikasi “premanisme”, maka jangan salahkan jika masyarakat desa se-Jawa Barat akan menjadikan perusahaan ini sebagai monumen perlawanan terhadap arogansi korporat.

Red/Hana Hardiana

Related Posts: