Organisasi GHAMM Dorong Kemitraan Simbiosis Mutualisme dengan PT. Changsin

waktu baca 2 menit
Rabu, 26 Nov 2025 11:51 0 833 admin

Karawang, inspirasirakyat.id – Organisasi Masyarakat (Ormas) Garis Harapan Masyarakat Indonesia (GHAMM) hari ini menggelar audiensi dengan manajemen PT. Changsin. ( 26/11/2025)

Audiensi tersebut bertujuan untuk mendorong terjalinnya hubungan “simbiosis mutualisme” yang kuat dan berkelanjutan antara perusahaan dengan lingkungan masyarakat sekitar.

Pengurus GHAMM diterima dengan baik oleh pihak manajemen PT. Changsin. Dalam sesi dialog yang konstruktif tersebut, kedua belah pihak menyepakati beberapa poin penting terkait komitmen perusahaan terhadap masyarakat dan pengusaha lokal.

PT. Changsin menunjukkan keseriusannya dalam merangkul potensi lokal. Pihak perusahaan menyatakan siap membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk menjalin kerja sama usaha.

Salah satu area kerja sama yang disoroti adalah pengelolaan limbah ekonomis perusahaan, yang dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi UMKM di sekitar lokasi.

Terkait aspek sosial dan kemasyarakatan, PT. Changsin juga melakukan penyesuaian kebijakan yang lebih inklusif:

Dana CSR: Mekanisme penyaluran Dana Corporate Social Responsibility (CSR) selain penyaluran melalui desa pihak PT changsin juga siap mengalokasikan CSR ke pihak manapun yang membutuhkan namun tetap mekanisme yang sudah di tentukan harus di tempuh yaitu, bentuk pengajuan proposal dengan mengetahui pihak desa.

Perekrutan Tenaga Kerja: Dalam upaya penyerapan tenaga kerja, perusahaan berkomitmen untuk mengutamakan dan menyerap tenaga kerja dari lingkungan terdekat, memberikan prioritas kepada warga sekitar lokasi pabrik.

Saat diwawancarai pasca-audiensi, Ketua Ormas GHAMM, Ibey, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program kerja organisasinya.

”Tujuan utama audiensi ini adalah bagian dari program kerja GHAMM. Kami ingin membuka potensi dan membangun relasi dengan prinsip simbiosis mutualisme bersama berbagai elemen, terutama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah kami,” ungkap Ibey.

”Kami percaya, perusahaan tidak hanya mengambil keuntungan, tapi juga harus tumbuh bersama masyarakat sekitarnya. Dengan sinergi ini, masyarakat mendapatkan peluang ekonomi dan sosial, sementara perusahaan mendapatkan dukungan lingkungan yang kondusif. Inilah makna sebenarnya dari simbiosis mutualisme yang kami dorong,” tutupnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal yang positif bagi terwujudnya kemitraan yang harmonis dan saling menguntungkan antara dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan di wilayah tersebut ( Red/achiell ).

Related Posts: