Masa Depan Pemuda Indonesia: Antara Harapan Jutaan Lapangan Kerja dan Tantangan yang Terus Ada

waktu baca 3 menit
Minggu, 27 Jul 2025 21:43 0 659 REDAKSI

Foto: inspirasirakyat.id /sahrul ali

 

Karawang, Inspirasirakyat.id – Isu penciptaan lapangan kerja, yang menjadi janji politik krusial dalam Pilpres 2024, kini menjadi sorotan tajam. Janji Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk membuka 19 juta lapangan pekerjaan melalui hilirisasi pertanian, perikanan digital, UMKM, dan pengembangan ekonomi kreatif, kini dipertanyakan di tengah tingginya angka pengangguran pemuda. (28-07-2025).

Janji ambisius tersebut disampaikan Gibran pada debat Cawapres 22 Desember 2023, di mana ia mengklaim empat langkah strategis akan membuka jutaan peluang bagi masyarakat. Namun, realitas di lapangan menunjukkan tantangan yang belum terpecahkan.

Pengangguran Pemuda di Indonesia Tertinggi di Asia?

Media asing Al Jazeera dalam laporannya pada Jumat, 18 Juli 2025, secara gamblang menyebut bahwa Indonesia memiliki salah satu tingkat pengangguran pemuda tertinggi di Asia. Data statistik pemerintah yang dikutip Al Jazeera menunjukkan bahwa sekitar 16% dari 44 juta pemuda Indonesia (usia 15-24 tahun) tidak memiliki pekerjaan. Angka ini bahkan dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan tingkat pengangguran pemuda di Thailand dan Vietnam.

Laporan bertajuk “Indonesia has 44 million youths. It’s struggling to get them jobs” tersebut menggarisbawahi kesulitan generasi muda Indonesia dalam mendapatkan pekerjaan yang layak. Selain itu, optimisme kaum muda terhadap kondisi ekonomi juga dilaporkan lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga di ASEAN.

Survei yang dirilis oleh ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura pada Januari 2025 memperkuat temuan ini, menunjukkan bahwa hanya sekitar 58% pemuda Indonesia yang optimis terhadap rencana ekonomi pemerintah. Angka ini jauh di bawah rata-rata 75% di enam negara yang disurvei (Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Vietnam).

“Indonesia Gelap” dan Klaim Penurunan Pengangguran

Kekecewaan kaum muda Indonesia memuncak dalam aksi protes mahasiswa yang membentuk gerakan “Indonesia Gelap” pada Februari lalu. Unjuk rasa ini, salah satunya, dipicu oleh rencana pemerintah memangkas anggaran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Di tengah sorotan media asing dan gelombang kekecewaan ini, Presiden Prabowo Subianto justru memberikan pernyataan yang kontras. Dalam penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2025 di Solo, Jawa Tengah, Minggu, 20 Juli 2025,

Prabowo mengklaim angka pengangguran dan kemiskinan absolut di Indonesia telah menurun, berdasarkan laporan dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.

“Kepala BPS lapor ke saya, angka pengangguran menurun, angka kemiskinan absolut menurun. Ini BPS yang bicara,” ujar Prabowo.

Menariknya, Prabowo juga secara terbuka menuding bahwa aksi “Indonesia Gelap” didanai oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan kegaduhan dan pesimisme di tengah masyarakat, bahkan secara spesifik menunjuk pada koruptor. “Ini dibuat-buat, ini dibayar, oleh siapa? Oleh mereka yang ingin Indonesia selalu gaduh, Indonesia selalu miskin. Iya, koruptor-koruptor itu yang biayai demo-demo itu. Indonesia gelap, Indonesia gelap. Sorry ye, Indonesia cerah, masa depan Indonesia cerah,” tegasnya.

Prabowo juga menyinggung tren “Kabur Aja Dulu” yang sempat ramai di kalangan masyarakat, memperingatkan bahwa merantau ke luar negeri tidak semudah yang dibayangkan. “Indonesia gelap, kabur aja deh. Lu kabur aja lu.
Emang gampang lu di situ (luar negeri). Di luar negeri, di mana lu? Lu dikejar-kejar di situ loh,” katanya.

Perdebatan mengenai data dan realitas lapangan kerja di Indonesia, khususnya bagi generasi muda, menjadi topik krusial yang terus menjadi perhatian publik, baik di dalam maupun luar negeri. Bagaimana pemerintah akan mengatasi kesenjangan antara janji dan kenyataan ini, serta mengembalikan optimisme generasi muda, menjadi tantangan besar ke depan.

(Red/SA)

Sumber: Eramuslim.com

Related Posts: