Pendidikan Militer Terpadu: Solusi Inovatif Jawa Barat Atasi Kenakalan Remaja

waktu baca 2 menit
Senin, 28 Apr 2025 10:44 0 672 REDAKSI

BANDUNG, Inspirasirakyat.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, mengumumkan inisiatif pendidikan militer terpadu yang dirancang khusus untuk siswa SMA sederajat yang menghadapi tantangan perilaku, termasuk keterlibatan dalam geng motor. Program ini bertujuan untuk memberikan pendekatan transformatif dalam menangani kenakalan remaja, yang selama ini menjadi isu persisten.(28/04/2025)

“Kami telah lama berupaya mengatasi masalah geng motor dan siswa yang mengalami kesulitan di rumah, yang berdampak pada pendidikan mereka. Melalui program pendidikan militer ini, kami berharap dapat memberikan solusi yang komprehensif,” ungkap Gubernur Dedi Mulyadi pada Senin, 28 April 2025.

Gubernur Dedi Mulyadi telah berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota di seluruh Jawa Barat untuk merealisasikan program ini, yang akan melibatkan pelatihan oleh TNI. Program ini dirancang untuk memberikan disiplin dan struktur kepada siswa yang membutuhkan, terutama mereka yang orang tuanya menghadapi kesulitan dalam mendidik.

Teknis pelaksanaan program ini akan melibatkan pemanggilan orang tua siswa yang terlibat dalam tawuran atau perilaku meresahkan lainnya. Orang tua akan diberikan pilihan untuk memasukkan anak mereka ke dalam program pendidikan militer.

“Ketika siswa terlibat dalam tawuran, kami akan memanggil orang tua mereka untuk berdiskusi. Mereka dapat memilih apakah akan melanjutkan pendidikan di rumah atau melalui program pendidikan militer yang kami sediakan,” jelas Gubernur Dedi Mulyadi.

Beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat telah menunjukkan kesiapan untuk mendukung program ini. Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi di Bandung telah menyiapkan barak-barak sebagai fasilitas pelatihan.

“Siswa akan tetap terdaftar di sekolah formal mereka, namun mereka akan mengikuti kelas khusus yang terintegrasi dengan pelatihan militer,” tambahnya.

Meskipun beberapa kabupaten dan kota telah menyatakan kesiapannya, Gubernur Dedi Mulyadi belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi spesifik.
“Kami akan mengumumkan kabupaten dan kota yang telah siap pada waktunya,” ujarnya.(Red/R.T)

Related Posts: