CIKAMPEK, Inspirasirakyat.id – Permasalahan pengelolaan sampah kembali menjadi perhatian utama di wilayah Cikampek. Sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait penumpukan sampah yang semakin signifikan, terutama di lokasi-lokasi strategis seperti area di sekitar Flyover Cikampek. Situasi ini menimbulkan pertanyaan, mengingat warga secara rutin membayar retribusi sampah bulanan sebesar Rp25.000.(10/04/2025)
Seorang warga yang memilih untuk tidak disebutkan identitasnya mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya ketersediaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang representatif di lingkungan tempat tinggal mereka. Kondisi ini memaksa sebagian besar warga untuk membuang sampah secara tidak teratur, umumnya pada malam hingga dini hari, yang kemudian menumpuk hingga pagi hari.
“Pemandangan tumpukan sampah menjadi rutinitas setiap pagi. Meskipun ada pengangkutan, frekuensinya hanya sekali di pagi hari dan residu sampah seringkali tidak dibersihkan. Aroma tidak sedap sangat mengganggu, terutama bagi para pengguna jalan layang,” tuturnya kepada tim ckpinfo.
Kritik juga dialamatkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang atas respons yang dinilai kurang proaktif. Meskipun kewajiban pembayaran retribusi dari warga berjalan lancar, realisasi fasilitas TPS yang memadai belum juga terwujud.
Persoalan sampah ini tidak hanya berdampak pada kualitas udara dan menimbulkan bau yang tidak nyaman, tetapi juga berpotensi merusak citra Cikampek sebagai salah satu gerbang transit penting di Kabupaten Karawang. Masyarakat berharap agar DLHK segera mengambil tindakan konkret terhadap keluhan ini melalui penyediaan infrastruktur TPS yang layak dan penjadwalan pengangkutan sampah yang lebih efektif. Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan Cikampek yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya.(Red/Dede.S)