SUBANG, inspirasirakyat.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baru-baru ini mengunjungi keluarga seorang pria yang tewas akibat amuk massa setelah tertangkap mencuri ayam di Desa Sirap, Kecamatan Tanjungsiang, Subang. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk belasungkawa dan upaya untuk memahami akar permasalahan yang memicu tindakan nekat korban.(04/042025)
Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi mengungkapkan keprihatinannya atas tragedi yang terjadi di depan Kantor Desa Gandasoli tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan, mengingat Indonesia adalah negara hukum.
“Saya datang ke sini untuk menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tragis yang menimpa keluarga korban. Meskipun demikian, saya juga ingin memahami kondisi ekonomi keluarga yang mungkin menjadi pemicu tindakan nekat tersebut,” ujar Dedi Mulyadi pada Jumat lalu.
Berdasarkan keterangan dari istri korban, diketahui bahwa keluarga tersebut memiliki utang yang cukup besar kepada lembaga keuangan non-formal (Bank Emok). Kondisi ini diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong korban untuk melakukan pencurian, mengingat pekerjaan korban yang tidak tetap.
Dedi Mulyadi mengutuk keras tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga. Ia menekankan pentingnya menghormati proses hukum dan menyerahkan penanganan kasus kepada pihak berwenang.
“Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir. Kita harus belajar untuk tidak main hakim sendiri, karena itu melanggar hukum,” tegasnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Polres Subang atas tindakan cepat dalam mengamankan delapan pelaku yang terlibat dalam aksi main hakim sendiri tersebut. Dedi Mulyadi berharap penegakan hukum yang tegas dapat memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
Sebagai bentuk dukungan kepada keluarga korban, Dedi Mulyadi memberikan santunan sebesar Rp 5 juta untuk biaya hidup sehari-hari, serta Rp 30 juta untuk membantu melunasi utang keluarga. Ia juga berjanji akan memberikan bantuan kepada keluarga pelaku main hakim sendiri yang saat ini ditahan, sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak sosial dari kejadian tersebut.
“Kita harus memberikan perhatian kepada semua pihak yang terdampak, baik keluarga korban maupun keluarga pelaku. Semoga dengan bantuan ini, mereka dapat memulai kehidupan baru,” pungkasnya.(Red/R.T)