PT DLY Logistic Disorot: Keluarga Driver Nilai Perusahaan Abai terhadap Karyawan yang Tersandung Musibah

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Mei 2026 07:17 0 30 REDAKSI

Karawang, inspirasirakyat.id— Kekecewaan mendalam disampaikan keluarga Riyan Handriyan terhadap sikap manajemen PT DLY Logistic yang dinilai belum menunjukkan tanggung jawab moral maupun kepedulian nyata terhadap karyawannya sendiri pascakecelakaan tragis di ruas Tol Cipularang KM 111–112.

Pada Senin, 25 Mei 2026, orang tua Riyan Handriyan bersama Korwil Jawa Barat 2 media inspirasirakyat.id⁠� secara terbuka menyampaikan tuntutan agar pihak perusahaan tidak lagi bungkam dan segera memberikan dukungan moral, pendampingan, serta perhatian serius terhadap kondisi karyawan yang tengah menghadapi proses hukum dan tekanan psikologis berat.

“Kami hanya meminta kemanusiaan. Anak kami adalah karyawan mereka. Ketika musibah terjadi, perusahaan seharusnya hadir, bukan justru seolah menutup mata,” ungkap pihak keluarga dengan nada kecewa.

Kasus kecelakaan yang terjadi pada 2 Desember 2025 di Tol Cipularang KM 111 arah Jakarta memang menjadi perhatian publik. Peristiwa beruntun yang melibatkan sembilan kendaraan tersebut menyebabkan korban jiwa dan sejumlah luka-luka. �

Namun di balik proses hukum yang berjalan, keluarga menilai ada persoalan yang lebih besar: dugaan lemahnya tanggung jawab perusahaan terhadap keselamatan dan perlindungan pekerja di lapangan. Menurut mereka, seorang sopir bukan sekadar roda penggerak distribusi logistik, melainkan manusia yang bekerja di bawah tekanan target, risiko tinggi, dan tanggung jawab besar setiap harinya.

Korwil Jawa Barat 2 media inspirasirakyat.id⁠� juga menyoroti sikap perusahaan yang hingga kini dinilai minim empati terhadap keluarga maupun karyawan yang sedang menghadapi persoalan berat akibat insiden tersebut.

“Perusahaan jangan hanya hadir saat membutuhkan tenaga driver untuk operasional. Ketika musibah datang dan karyawan terpuruk, perusahaan juga wajib hadir memberi dukungan moral dan tanggung jawab sosial,” tegasnya.

Sorotan terhadap dunia transportasi logistik sendiri belakangan semakin menguat. Publik menilai banyak kecelakaan kendaraan berat di jalur tol berkaitan dengan lemahnya pengawasan keselamatan kerja, tekanan operasional, hingga persoalan kendaraan dan sistem kerja yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada keselamatan pengemudi. Diskusi publik di berbagai forum juga menyinggung persoalan truk ODOL, tekanan target distribusi, hingga minimnya perlindungan terhadap sopir di lapangan. �

Keluarga berharap pihak PT DLY Logistic tidak lagi memilih diam dan segera membuka ruang komunikasi yang manusiawi dengan keluarga korban maupun karyawan. Mereka menegaskan bahwa dukungan moral dan tanggung jawab perusahaan bukan sekadar persoalan hukum, tetapi menyangkut nilai kemanusiaan dan etika terhadap pekerja yang selama ini menjadi bagian dari operasional perusahaan. DANI/RED

Related Posts: