KARAWANG,inspirasirakyat.id– Pepatah “air susu dibalas air tuba” nampaknya tepat menggambarkan nasib pilu yang menimpa Muslihat, Kepala Desa ciptamarga, kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang. Niat tulus membantu rekan seprofesi justru berujung pada dugaan penipuan besar-besaran yang melibatkan seorang aparatur sipil negara (ASN).
Peristiwa yang terjadi pada 15 Desember 2025 lalu ini menyeret nama Agus Sahlan, oknum ASN yang menjabat sebagai Plt Kepala Desa Kamiri, Kecamatan Jayakerta. Kini, kasus tersebut telah resmi bergulir di meja kepolisian setelah korban merasa dikhianati dan dipermainkan.
Dalam wawancara eksklusif yang dilansir dari kanal YouTube tvonenewscom (15/01/2026), Muslihat membeberkan bagaimana pelaku menjalankan aksinya dengan sangat meyakinkan. Menggunakan seragam dinas lengkap dan mengendarai motor, Agus mendatangi kediaman Muslihat sekitar pukul 13.00 WIB.
”Dia datang ke rumah saya. Saya tanya ada keperluan apa, ternyata dia minta tolong pinjam uang Rp60 juta untuk mengisi kas desa karena alasan ada pemeriksaan dari BPMD dan BPK,” ungkap Muslihat.
Karena rasa solidaritas antar-kepala desa, Muslihat lantas menyerahkan uang tersebut. Namun, selang satu jam kemudian, pelaku kembali datang dengan dalih yang lebih ekstrem.
“Katanya bendaharanya bodoh, salah hitung. Dia minta tambah Rp120 juta lagi. Jadi total saya kasih Rp180 juta. Janjinya akan dikembalikan besok setelah cetak rekening koran,” lanjutnya.
Kecurigaan mulai muncul saat Muslihat mencoba menagih janji pengembalian uang tersebut. Melalui sambungan telepon pada malam harinya, Agus Sahlan justru memberikan pernyataan mengejutkan bahwa dirinya telah menjadi korban hipnotis sehingga uang tersebut hilang.
Tak percaya begitu saja, Muslihat keesokan harinya langsung mengonfirmasi kepada bendahara Desa Kamiri yang bernama Lia. Fakta pahit pun terungkap: pada tanggal 15 Desember 2025, sama sekali tidak ada jadwal pemeriksaan atau audit dari pihak manapun.
Merasa dibohongi mentah-mentah dan melihat itikad tidak baik dari pelaku yang kini sulit dihubungi, Muslihat akhirnya resmi melaporkan kasus ini ke Kepolisian Resort (Polres) Karawang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut. Di sisi lain, upaya konfirmasi wartawan kepada pihak Agus Sahlan belum membuahkan hasil; yang bersangkutan seolah “ditelan bumi” dan tidak dapat dihubungi.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pejabat publik di Karawang agar lebih waspada, meski terhadap rekan kerja sendiri, terutama jika menyangkut aliran dana pribadi maupun desa.
Redaktur: Bunsal
Editor: Hana Hardiana
Sumber: Verifikasi Lapangan & YouTube/tvonenewscom