JAKARTA, inspirasirakyat.id – Organisasi masyarakat (Ormas) tertua di Indonesia, Pemuda Pancasila (PP), kembali meneguhkan haluan strategisnya dalam Musyawarah Besar (Mubes) XI. Digelar di Hotel Sultan, Jakarta, pada 26-28 Oktober 2025, agenda rutin lima tahunan ini tidak hanya menjadi wadah evaluasi, tetapi juga penentu arah gerak organisasi ke depan, terutama dalam konteks pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto.
Di hadapan sekitar 1.500 kader pengurus dari 36 Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) dan 415 Majelis Pimpinan Cabang (MPC) se-Indonesia, Ketua Umum PP, Japto S Soerjosoemarno, secara eksplisit menyatakan komitmen organisasi untuk mensinergiskan program demi mendukung pemerintahan saat ini.
Sinergi yang dimaksud Japto bukan sekadar dukungan politis, melainkan fokus pada kontribusi nyata di sektor krusial. Dalam sambutan pembukaan Mubes pada Senin, 27 Oktober 2025, ia menekankan pergeseran fokus dalam ketahanan pangan.
“Kita akan lebih fokus menjaga ketahanan pangan di sektor peternakan,” ujar Japto.
Langkah ini menandai upaya PP untuk memperluas cakupan dari sekadar penguatan pertanian konvensional seperti padi dan jagung, menuju pemenuhan gizi masyarakat melalui ketersediaan protein hewani. Inisiatif ini telah direalisasikan di tingkat wilayah, dengan contoh konkret keberhasilan MPW Banten dalam mengembangkan program peternakan ayam petelur sebanyak 1.500 ekor. Program ini ditargetkan untuk menjamin ketersediaan telur ayam sebagai sumber protein esensial bagi masyarakat.
Lebih jauh, Japto menyuarakan aspirasi agar setiap program kerja yang akan disusun untuk lima tahun mendatang secara langsung memperhatikan kepentingan ekonomi anggota dan masyarakat umum. Ia menekankan bahwa keberhasilan program harus terukur dari dampak positifnya terhadap perbaikan ekonomi, sosial, dan budaya.
“Semua program itu, yang penting adalah apakah program tersebut membuat perbaikan untuk anggota dan masyarakat baik secara ekonomi, sosial serta budaya,” tegasnya,
menempatkan kesejahteraan kader dan publik sebagai barometer utama kinerja organisasi.
Penajaman AD/ART dan Disiplin Organisasi
Mubes XI juga menjadi panggung penting untuk agenda institusional Pemuda Pancasila. Menyadari dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang terus berubah, Japto menekankan perlunya penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Ia secara keras mengingatkan pentingnya disiplin dan implementasi aturan dalam tubuh organisasi. “Perlu penyempurnaan AD/ART beserta dengan sanksinya. PO, aturan dan juklak bukan komik tetapi dilaksanakan,” pungkasnya, menyerukan komitmen tegas seluruh jajaran terhadap peraturan internal organisasi.
Sejak kelahirannya pada tahun 1959 atas prakarsa petinggi Angkatan Darat sebagai sayap perjuangan Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Pemuda Pancasila secara historis memiliki peran strategis dalam menjaga ideologi negara. Kini, melalui Mubes XI ini, organisasi tersebut menggarisbawahi tekad untuk bergerak maju, beradaptasi dengan tantangan kontemporer, dan memberikan kontribusi nyata di bawah kepemimpinan nasional yang baru.(Achiell/red)