Demo Tarif Ojol Memanas, Polda Metro Jaya Siagakan Ribuan Personel Gabungan

waktu baca 3 menit
Selasa, 20 Mei 2025 01:35 0 139 REDAKSI

Jakarta, inspirasirakyat.id – Polda Metro Jaya sigap mengamankan jalannya aksi demonstrasi pengemudi ojek online (ojol) yang menuntut tarif yang adil pada Selasa (20/5/2025). Sebanyak 2.554 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal aksi yang diperkirakan akan berpusat di tiga titik strategis ibu kota.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan bahwa ribuan personel tersebut terdiri dari 1.913 anggota Polda Metro Jaya, 230 personel Polres Jakarta Pusat, 320 anggota TNI, dan 91 personel dari pemerintah daerah.

“Untuk pengamanan 2.554 personel terdiri dari Polda Metro Jaya 1.913 personel, Polres Jakpus 230 personel, TNI 320 personel, dan pemda 91 personel,” ujarnya kepada wartawan pada Selasa (20/5/2025).

Adapun tiga lokasi yang menjadi fokus pengamanan adalah seputaran Jalan Medan Merdeka Barat (Patung Kuda), kawasan Kementerian Perhubungan, dan Gedung DPR RI.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat DKI Jakarta, khususnya para pengguna jalan, untuk mewaspadai potensi terjadinya kemacetan lalu lintas selama aksi unjuk rasa berlangsung.

“Tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” imbuh Kombes Pol Ade Ary.

Sebelumnya, aksi demonstrasi besar-besaran ojek online ini diperkirakan akan diikuti oleh ribuan pengemudi dari berbagai wilayah. Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono pun telah mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Patung Kuda Monas hingga depan Gedung DPR RI yang menjadi titik konsentrasi massa.

“Mungkin tidak ada pengalihan apalagi penutupan tapi kita mengimbau masyarakat menghindari seputaran Medan Merdeka sama seputaran DPR karena memang jumlahnya (massa) cukup banyak seperti itu,” kata AKBP Argo kepada wartawan pada Senin (19/5/2025).

Meski demikian, kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus yang bersifat situasional apabila diperlukan. Koordinasi dengan jajaran Polres di wilayah lain juga telah dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan massa.

“Tergantung nanti dari massa aksi ataupun dari koordinator kalau memang diperlukan tapi kita tetap siapkan, artinya kalau nanti diminta memang jumlahnya cukup besar, kita tetap akan standby karena jangan sampai nanti menghambat,” jelasnya.

Aksi demonstrasi ini merupakan puncak kekecewaan para pengemudi ojek online dan taksi online terkait dengan dugaan pelanggaran regulasi yang dianggap tidak ditindak tegas oleh pemerintah sejak tahun 2022. Massa pengemudi akan menyebar di berbagai lokasi strategis di Jakarta, termasuk kantor-kantor aplikasi, mulai pukul 13.00 WIB hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Tuntutan utama para pengemudi ojol antara lain adalah pemberian sanksi tegas kepada perusahaan aplikasi yang melanggar regulasi pemerintah (Permenhub PM No.12 Tahun 2019 dan Kepmenhub KP No.1001 Tahun 2022), pemotongan aplikasi maksimal 10 persen, revisi tarif penumpang yang dianggap merugikan, penetapan tarif layanan makanan dan barang, serta pelibatan asosiasi pengemudi, regulator, aplikator, dan YLKI dalam pengambilan kebijakan.

Titik-titik aksi lain yang direncanakan meliputi Istana Merdeka dan kantor-kantor aplikasi penyedia ( Red )

Related Posts: