Tragedi di Kolombia: Ilmuwan Muda Italia Ditemukan Tewas Termutilasi

waktu baca 3 menit
Jumat, 11 Apr 2025 23:56 0 173 REDAKSI

INTERNASIONAL, inspirasirakyat.id – Sebuah kabar duka menyelimuti dunia ilmu pengetahuan dan hubungan internasional menyusul penemuan jenazah seorang ilmuwan muda asal Italia dalam kondisi mengenaskan di Kolombia. Alessandro Coatti (38), seorang ahli biologi yang tengah melakukan perjalanan penelitian di Amerika Selatan, ditemukan tewas dengan sejumlah potongan tubuh yang tersebar di jalan setapak kota pesisir Santa Marta.(12/04/2025)

Pihak kepolisian setempat mengidentifikasi jenazah melalui gelang yang dikenakan korban. Penyelidikan awal mengindikasikan bahwa Coatti, yang baru saja memulai petualangannya di benua Amerika, terakhir kali menginap di sebuah hostel dan diduga mengunjungi kawasan wisata Pantai Tayrona pada tanggal 5 April 2025. Penemuan potongan tubuh lainnya di dua lokasi terpisah di sekitar kota semakin memperkuat dugaan tindak kekerasan brutal.

“Saat ini, detail lebih lanjut mengenai insiden tragis ini masih dalam tahap investigasi mendalam. Kami belum dapat memberikan informasi spesifik terkait motif maupun kronologi kejadian,” demikian pernyataan resmi dari kantor kejaksaan Kolombia.

Hingga saat ini, total tiga bagian tubuh korban telah ditemukan. Wali Kota Santa Marta, Carlos Pinedo Cuello, menyampaikan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini dan menyeret pelaku ke pengadilan. Pemerintah kota secara tegas menyatakan kematian Coatti sebagai pembunuhan dan menawarkan hadiah sebesar USD 11.300 bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi krusial kepada pihak berwenang Kolombia.

Kementerian Luar Negeri Italia telah mengambil langkah proaktif dalam memberikan pendampingan kepada keluarga Coatti. Selain itu, kepolisian Italia turut menjalin kerja sama erat dengan otoritas Kolombia untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa tragis ini.

Sebelum memulai perjalanan risetnya di Amerika Selatan pada tahun 2024, Coatti telah mendedikasikan dirinya selama delapan tahun untuk Royal Society of Biology (RSB) di London. Rekan-rekan dan kolega di RSB mengenang Coatti sebagai sosok yang ceria, hangat, cerdas, dan dicintai oleh semua orang yang berinteraksi dengannya. “Ale akan sangat dirindukan oleh semua yang mengenalnya dan bekerja bersamanya. Pikiran dan dukungan tulus kami bersama keluarga dan teman-temannya di masa sulit ini,” ungkap perwakilan RSB. Organisasi tersebut juga menggambarkan Coatti sebagai ilmuwan yang bersemangat dan berdedikasi, yang memimpin bidang ilmu hewan di RSB.

Jaksa Agung Roma, Francesco Lo Voi, mengungkapkan bahwa sebelum tiba di Kolombia, Coatti sempat mengunjungi Peru, Bolivia, dan Ekuador dalam perjalanan solonya.

Spekulasi mengenai motif pembunuhan mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok bersenjata yang aktif di wilayah tersebut, dengan kemungkinan Coatti menjadi korban salah sasaran. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa insiden mutilasi dengan kekerasan ekstrem bukan kali pertama terjadi di area tersebut. Pihak berwenang Kolombia diharapkan dapat segera mengungkap tabir misteri di balik kematian tragis ilmuwan muda ini dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya.(Red/R.T)

Related Posts: