KANG DOKI: UNRAS BOLEH, TAPI JANGAN GANGGU PRODUKSI! DUGAAN ADA? LAPOR KE POLISI, BUKAN KE JALAN!

waktu baca 3 menit
Rabu, 16 Sep 2026 12:39 0 139 Teguh Brawijaya

Karawang, inspirasirakyat.id – Aliansi BERANTAS KEJAHATAN ATAS RAKYAT (BAKAR) Karawang mengumumkan akan turun ke jalan, mengerahkan ribuan massa, menutup akses, dan mengganggu operasional PT. Chang Shin Indonesia pada Kamis, 17 September 2026.

Menanggapi ini, Pemuda Pancasila PAC Klari melalui Ketuanya Doni Firdaus (Kang Doki) menyampaikan peringatan keras bukan untuk membungkam suara, tapi untuk melindungi ketertiban dan mata pencaharian ribuan orang.

“KAMI TIDAK MELARANG UNRAS. TAPI KAMI TIDAK AKAN DIAM JIKA ADA YANG MAU MENGHENTIKAN NAFAS RAKYAT YANG BEKERJA!”, tegasnya.

“Hak menyampaikan aspirasi itu dijamin undang-undang , silakan pakai. Tapi jangan jadikan unjuk rasa sebagai alasan untuk menutup akses, menghambat logistik, menghentikan produksi, dan mengganggu ribuan karyawan yang cuma ingin nafaki keluarga. Itu bukan perjuangan itu pemerasan terhadap rakyat lain!”, Jelasnnya,

“Kalau memang ada dugaan pelanggaran, ada pungli dan ada kejahatan silakan tempuh jalur yang benar,  Polisi ada. silakan buktikan dan laporkan saja kejalur hukum

‘Mengapa harus kerahkan ribuan orang, bikin keributan, dan bikin suasana mencekam? Apakah bukti tidak cukup kuat sehingga harus ditutupi dengan keramaian? Atau memang tujuannya bukan keadilan, tapi sekadar menekan dan mengintimidasi?”

“Transportasi masuk dan keluar PT. Chang Shin TETAP BERJALAN. Logistik TETAP BERJALAN. Produksi TETAP BERJALAN. Akomodasi dan kegiatan operasional TETAP BERJALAN. Siapapun yang mencoba menghalangi — bukan melawan kami, tapi melawan hak ribuan keluarga yang bergantung pada perusahaan ini. Dan kami tidak akan membiarkan itu terjadi, titik!”

Pasal 6 ayat (1) UU No.9/1998: Unjuk rasa wajib damai & tidak boleh mengganggu aktivitas orang lain. Pasal 406 KUHP: Mengganggu/merusak = pidana hingga 2 tahun 8 bulan    Pasal 214 KUHP: Menghalangi usaha dengan ancaman/kekerasan = pidana hingga 4 tahun.

“JIKA BENAR-BENAR MEMPERJUANGKAN RAKYAT,  MENGAPA MALAH MENGHANCURKAN MATA PENCAHARIAN RAKYAT SENDIRI?”

“2.000 orang direncanakan turun. Mobil komando, sound system 10.000 watt, spanduk bertebaran. Biayanya tidak sedikit. Kalau memang tujuannya tulus untuk rakyat, mengapa tidak gunakan energi dan dana itu untuk mengumpulkan bukti dan melaporkan ke pihak berwajib? Mengapa harus bikin suasana takut? Rakyat butuh kerja, bukan keributan!”

“Dudaan tanpa bukti adalah fitnah. tindakan tanpa jalur hukum adalah ANARKI!”

“Kami ingatkan: Tuduhan tanpa bukti yang sah adalah ditnah, sevbagaimana diatur dalam Pasal 207 KUHP, pidana hingga 4 tahun. Menggunakan massa untuk menekan perusahaan tanpa proses hukum yang sah — itu TEKANAN DAN INTIMIDASI, bukan demokrasi.”

“Jangan sembunyi di balik kata ‘berantas kejahatan atas rakyat’. Kejahatan yang sebenarnya adalah ketika sekelompok orang menggunakan massa untuk menutupi ketidakmampuan berjuang di jalur yang benar. Kalau jantan — hadapi di meja hukum, bukan di jalanan!”

“PEMUDA PANCASILA BERDIRI DI SINI — UNTUK RAKYAT, UNTUK KETERTIBAN, UNTUK KEBENARAN!”

“Kami bukan pembela perusahaan. Kami pembela ketertiban. Kami pembela hak warga untuk bekerja dengan tenang. Jika PT. Chang Shin bersalah  biar hukum yang menghukumnya. Tapi sampai saat ini belum ada putusan, belum ada bukti yang sah di jalur hukum. Jadi siapa yang memberi hak untuk menghakimi di jalanan?”

“Kepada rekan-rekan BAKAR: Silakan sampaikan aspirasi kalian , tertib, damai, sesuai aturan. Tapi satu langkah saja kalian mencoba mengganggu produksi, menutup akses, atau mengintimidasi warga yang bekerja kalian akan berhadapan dengan kami. Bukan karena kami membela siapapun, tapi karena kami menjaga hak rakyat yang lebih besar: HAK UNTUK BEKERJA DAN HIDUP TENANG.”, Ungkapnya,

“Jalan hukum terbuka. Gunakanlah. Jika tidak punya bukti — diam dan cari bukti. Kalau punya bukti — laporkan dan tunggu prosesnya. Tapi jangan jadikan rakyat dan ketakutan sebagai senjata kalian. Itu pengecut, dan kami tidak akan membiarkannya!”

“Keadilan sejati tidak lahir dari keributan di jalan — ia lahir dari keberanian menghadapi kebenaran, di mana pun itu berada.” tutup dia

Redaksi : Indra / eyang seda

Related Posts: